BONE,BONEKU.COM,– Salah satu tradisi di Bulan Ramadan yakni banyaknya pedagang musiman yang bermunculan di beberapa lokasi, seperti misalnya di Kabupaten Bone, sayangnya para pedagang ini tidak menempati lokasi khusus seperti misalnya pasar.

Banyak pedagang yang justru berjualan diatas trotoar bahkan mendirikan tenda dan menggunakan badan jalan, sehingga terlihat semberawut, tidak hanya itu para pedagang ini menimbulkan kemacetan di jalan.

Baca Juga:  3 Pasang Remaja Asyik Berduaan di Pelabuhan Bajoe Diamankan Satpol PP

Salah satu contoh misalanya di Jalan Besse Kajuara Kelurahan Macege Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone banyak pedagang musiman yang bermunculan, mereka menjual aneka makanan untuk berbuka puasa.

Sayangnya mereka tidak mematuhi aturan yang ada, mereka hanya fokus untuk berjualan dan mengesampingkan keselamatan pengendara, selain itu mereka juga menggunakan jalur khusus pejalan kaki, bahkan menggunakan jalur khusus penyandang disabilitas.

Baca Juga:  Umar-Madeng Kandas, Tafa'dal Melenggang Lawan Kotak Kosong...

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bone Andi Takdir sangat menyayangkan hal itu, karena para pedagang musiman ini sudah seenaknya berjualan tanpa melihat ada masyarakat yang dirugikan.

“Kami sebenarnya tidak melarang untuk berjualan, tapi sebisa mungkin bisa tertib jangan menggunakan trotoar atau badan jalan, karena mengganggu jalur kendaraan yang menimbulkan kemacetan terlebih lagi pejalan kaki khusunya kami penyandang disabilitas,” Kata Andi Takdir Minggu 17/3/2024.

Baca Juga:  Pelaku Pembunuhan Remaja di Bone, Terancam 15 Tahun Penjara

Lebih jauh dia menegaskan bahwa seharusnya penegak Perda dalam hal ini Satpol PP bisa mengambil tindakan untuk menertibkan atau menata para pedagang ini agar bisa lebih tertib lagi.

“Sebaiknya ditata dengan rapi. Pedagang juga harus memperhatikan kebersihan. Apalagi baru-baru ini, daerah kita mendapat piala Adipura,” Tutupnya. (*)