JAKARTA,BONEKU.COM,– Presiden Republik Indonesia Jokowi membuka Kongres Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ke XXIII di Grand Sahid Jaya Jakarta, Sabtu 2 Maret 2024.

Konges PGRI ke XXIII yang mengusung tema ‘PGRI Menuju Indonsia Emas’ dihadiri oleh ketua umum PGRI Unifah Rosyidi, selain itu hadir pula Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Pj Gubernur Heru Budi Hartono, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga:  Mewakili Petani Bone, Kadis Asman : Kami Bangga Dan Bahagia Di Kunjungi Presiden Jokowi

Saat membuka Kongres PGRI tersebut,  Jokowi menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman untuk kesuksesan pendidikan serta siswa unggul.

“Sekolah harus menjadi “safe house”, rumah yang aman bagi para siswa untuk belajar, bertanya, berkreasi, bermain, juga bersosialisasi. Semoga tidak ada lagi siswa yang takut, tertekan, hingga tidak betah di sekolah,” Ucap Jokowi

Baca Juga:  Kapolres Bone Bersama Dandim 1407 Himbau Warga Ciptakan Suasana Kondusif

Selain itu, para guru serta tenaga pendidik juga harus mengutamakan pencegahan dan melindungi hak-hak siswa. Kasus bullying bukan untuk ditutup-tutupi, justru harus dicarikan solusi dan perbaikannya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada PGRI atas peran aktif dalam meningkatkan profesionalisme guru, yang akan berdampak langsung pada pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan kolaborasi antara Pemerintah dan PGRI, saya yakini kualitas pendidikan serta profesionalisme guru di Indonesia akan terus meningkat.,” Harapnya

Baca Juga:  Resmob Polres Bone, Amankan Pelaku Curnak Di Cina...

Sementara Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengucapkan banyak terimah kasih kepada Bapak Presiden atas pengangkatan 570 ribu guru honorer menjadi tenaga ASN atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“kami sangat berharap, persoalan-persoalan guru honoerer ini dapat diselesaikan secara komprehensif, ” kata Unifah (*)