BONEKU.COM, BONE — Seorang pejabat Pemerintah Daerah, menyatakan keberatannya setelah nomor WhatsApp pribadinya tersebar luas dan dijadikan pusat pengaduan oleh ratusan calon peserta sebuah acara yang batal terselenggara baru-baru ini.
Kejadian ini bermula saat pihak penyelenggara dalam hal ini Lapatau Runners selaku Race Organized Pada event Bone Fun Run 2026 yang bekerjasama dengan pemerintah daerah selaku powered diduga mencantumkan kontak pribadi sang pejabat sebagai narahubung darurat dalam pengumuman pembatalan event tersebut.
Akibatnya, ponsel pejabat tersebut dibanjiri pesan singkat dan panggilan telepon dari peserta yang mempertanyakan batalnya kegiatan tersebut bahkan ada diantara mereka yang menuntut pengembalian dana (refund).
Saat dihubungi melalui Via WhatsApp, pejabat pemerintah yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si menegaskan bahwa dirinya memang mengetahui adanya koordinasi awal terkait rencana event tersebut, namun secara administratif tidak terlibat dalam teknis operasional, apalagi penanganan keluhan peserta.
” Yang pertama saya merasa keberatan nama saya disebut, saya bukan bagian dari kepanitian, launching nya pun saya tidak hadir, masalah registrasi peserta saya tidak pernah mengetahui sama sekali, siapa adminnya dan seterusnya juga tidak ada uang yang mengalir ke saya, ini tiba-tiba nama saya disebut sebagai penanggung jawab dari pihak pemda,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu sore (11/4/2026).
” Saya sangat menyayangkan tindakan oknum yang menyebarkan nomor pribadi saya tanpa izin. Ini sudah mengganggu privasi dan kinerja saya sebagai pelayan publik. Masalah pembatalan event sepenuhnya adalah tanggung jawab pihak penyelenggara,” Keluhnya.
Edy Saputra Syam yang juga menjabat Plt Kadis Pendidikan menegaskan untuk meminta pertanggungjawaban serta mengklarifikasi bahwa nomor yang tertera itu tidak benar, jika tidak dirinya tidak segan-segan untuk membawa persoalan ini melalui jalur hukum.
” Yang pertama Saya mau panitia mengklarifikasi terkait yang beredar dimedsos yang kedua kalau tidak ada, saya akan selesaikan melalui jalur hukum,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden “salah sambung” massal tersebut. (*)
Penulis : Achyl
Editor : Admin Redaksi











