BONE, BONEKU.COM — Penguatan moderasi beragama terus dilakukan di lingkungan madrasah sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan sikap menghargai keberagaman.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, H. Ahmad Yani, saat memberikan penguatan moderasi beragama kepada siswa MTsN 3 Bone, Kamis (1/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya menerapkan nilai-nilai agama secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. Moderasi beragama diarahkan agar peserta didik mampu menjaga sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun hubungan yang harmonis di tengah keberagaman.
Ahmad Yani menegaskan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan penguasaan ilmu keagamaan. Pembentukan karakter dan akhlak peserta didik juga menjadi bagian penting yang harus terus diperkuat.
Menurutnya, siswa perlu dibekali dengan sikap santun, rasa saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta kemampuan menempatkan diri ketika berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang beragam.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai materi yang disampaikan di lingkungan madrasah. Para siswa diharapkan mampu menerapkannya dalam kehidupan keluarga maupun ketika berinteraksi di tengah masyarakat.
Dengan demikian, pendidikan moderasi beragama dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa sejak dini, sehingga mereka tumbuh sebagai generasi yang berilmu, berakhlak, santun, serta mampu menjaga kerukunan.
MTsN 3 Bone pun terus didorong untuk tidak hanya mencetak peserta didik yang berprestasi di bidang akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter kuat dan mampu menghargai sesama di tengah keberagaman.
Kegiatan tersebut mengusung pesan “Bersama dalam keberagaman, santun dalam perbedaan, rukun dalam kebersamaan” sebagai bagian dari semangat memperkuat moderasi beragama di lingkungan madrasah.
Pesan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi para siswa untuk menjadikan sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. (*)
Penulis : Aby
Editor : Admin Redaksi










