BONE.BONEKU.COM, – Gerak cepat jajaran Satreskrim dan Intelkam Polres Bone serta Opnal Polsek Tanete Riattang membuahkan hasil. Belum genap 24 jam setelah aksi pembusuran yang melukai seorang remaja berusia 15 tahun, polisi berhasil mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
Sembilan terduga pelaku ditangkap di rumah masing-masing di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Dari hasil pengamanan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi penyerangan, di antaranya busur, beberapa unit telepon genggam, serta kendaraan yang digunakan.
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ananda Gunawan, membenarkan pengamanan sembilan orang tersebut. Menurutnya, personel kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.
“Anggota yang berada di lapangan sementara mengamankan terduga pelaku sebanyak sembilan orang,” kata AKP Ananda saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, selain mengamankan sembilan orang, petugas juga menyita sejumlah barang yang diduga digunakan maupun berkaitan dengan aksi pembusuran.
“Untuk barang bukti, ada busur dan HP yang kami amankan, serta kendaraan,” jelasnya.

Sebelumnya, aksi pembusuran tersebut terjadi di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Senin (2/11/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Korban diketahui bernama Muhammad Taufik Hidayat (15). Saat kejadian, korban tengah berada di lokasi tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, sekelompok pemuda yang berboncengan menggunakan sekitar lima sepeda motor melintas di lokasi kejadian. Kelompok tersebut kemudian diduga melontarkan ancaman sebelum melakukan penyerangan menggunakan busur.
Salah satu anak panah yang dilepaskan mengenai siku kanan korban hingga menyebabkan luka.
Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Tenriawaru Watampone untuk mendapatkan penanganan medis. AKP Ananda menyebut korban mengalami luka pada bagian lengan dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Meski sembilan orang telah diamankan, polisi belum mengungkap secara terperinci identitas maupun peran masing-masing dalam peristiwa tersebut.
Penyidik masih mendalami motif penyerangan, keterlibatan setiap orang yang diamankan, serta rangkaian kejadian sebelum aksi pembusuran berlangsung.
Polres Bone menyatakan perkembangan lebih lanjut terkait penanganan perkara tersebut akan disampaikan kemudian.
Hingga saat ini, kesembilan orang tersebut masih berstatus terduga pelaku dan proses penyelidikan serta pendalaman kasus masih berlangsung. (*)










