BONE.BONEKU.COM, — Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., secara resmi membuka Volunteer of Red Cross Competition Camp (Vorcea) se-Sulawesi Selatan 2026, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang menjadi ajang kompetisi dan pengembangan kapasitas anggota Palang Merah Remaja (PMR) tersebut dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Tanabatue, Kelurahan Tanabatue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.
Vorcea 2026 berlangsung selama sepekan, mulai 7 hingga 13 September 2026, dan diikuti sebanyak 31 kontingen dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 kontingen merupakan peserta tingkat Wira, sementara tujuh kontingen lainnya berasal dari tingkat Madya.
Kegiatan yang diselenggarakan PMR Unit 016 SMAN 22 Bone ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan keterampilan kepalangmerahan, membangun solidaritas, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Dalam sambutannya, Andi Akmal menekankan bahwa pendidikan tidak semata-mata berbicara mengenai pencapaian akademik. Menurutnya, proses pendidikan harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan pengembangan berbagai potensi peserta didik.
“Pendidikan bukan hanya bagaimana kita mencerdaskan anak-anak secara akademik, tetapi juga bagaimana membentuk manusia yang sehat, unggul, menguasai teknologi dan memiliki karakter,” ujar Andi Akmal.
Ia mengatakan, kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui kegiatan di luar ruang kelas, pelajar dapat memperoleh pengalaman yang tidak selalu didapatkan dalam proses pembelajaran akademik.
Menurutnya, PMR merupakan salah satu kegiatan positif yang dapat melatih peserta didik untuk bekerja sama, disiplin, bertanggung jawab, sekaligus memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat.
“Di kegiatan seperti ini anak-anak belajar banyak hal. Bukan hanya keterampilan, tetapi juga bagaimana bekerja sama, disiplin, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Andi Akmal berharap kegiatan Vorcea dapat menjadi ruang bagi para pelajar untuk saling belajar dan bertukar pengalaman antardaerah.
Ia juga mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana di Kabupaten Bone.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan pengalaman serta manfaat bagi seluruh peserta. Jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk membangun persaudaraan, meningkatkan keterampilan dan menumbuhkan semangat kemanusiaan,” ujarnya.
Vorcea se-Sulsel 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan peserta yang unggul dalam keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga generasi muda yang memiliki karakter kuat, jiwa sosial, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama. (*)
Penulis : Aby
Editor : Admin Redaksi










