Ada Polisi Tak Membuat Ciut! Pelansir BBM Tetap Ngamuk dan Tendang Jeriken di SPBU Cina

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi AI

Foto : Ilustrasi AI

BONE, BONEKU.COM — Aktivitas pembelian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jeriken dalam jumlah besar di SPBU di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan.

Aktivitas yang diduga melibatkan sejumlah pelansir BBM tersebut disebut semakin marak. Bahkan, kondisi di lokasi diduga kerap memicu ketegangan hingga perselisihan antarpelansir akibat perebutan antrean solar.

Keributan kembali terjadi pada Jumat pagi, 15 Agustus 2026. Seorang perempuan yang diduga sebagai pelansir BBM disebut sempat marah-marah hingga menendang sejumlah jeriken yang tengah berada dalam antrean pengisian solar lalu menyodorkan jerikennya.

“Iya, tadi ada perempuan sempat marah-marah. Dia tendang jeriken yang ada di situ, mungkin antriannya didahului,” ungkap seorang pengendara yang mengaku menyaksikan kejadian tersebut.

Peristiwa itu menjadi perhatian karena disebut terjadi saat sejumlah personel kepolisian dari Polsek Cina berada di sekitar lokasi. Namun, menurut saksi, perempuan tersebut tetap meluapkan emosinya.

Baca Juga:  Pesan Komandan Brimob Bone Bagi Personel Yang di Mutasi ke Dinas Umum

Berdasarkan penelusuran tim redaksi Boneku.com di lapangan, aktivitas pembelian BBM menggunakan jeriken di SPBU tersebut diduga melibatkan puluhan orang.

Sejumlah pelansir disebut menggunakan rekomendasi pembelian BBM yang diperuntukkan bagi sektor pertanian. Namun, muncul dugaan bahwa sebagian BBM yang dibeli tidak seluruhnya digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Solar yang diperoleh melalui mekanisme tersebut diduga kembali diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi.

Salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan bahkan mengungkap dugaan adanya satu keluarga yang cukup dominan dalam aktivitas pelansiran di SPBU tersebut.

“Susah di sini, Pak, karena ada satu keluarga yang kuasai. Mulai mamaknya, saudaranya hingga anaknya. Setiap hari ambil solar sekitar 6 sampai 10 jeriken per hari, sementara kami para pengendara kadang antre berjam-jam tidak kebagian karena keburu habis” ungkap sumber tersebut.

Baca Juga:  Manajer SPBU Cina Angkat Bicara soal Keributan Pelansir BBM, Polisi Pastikan Ada Penanganan

Sementara, Kapolsek Cina Iptu Muh. Rusdi yang dikonfirmasi mengenai keributan tersebut mengaku baru mengetahui adanya informasi kejadian.

“Saya baru monitor itu, Dek, karena tadi pagi saya ada giat di Polres. Saya coba konfirmasi ke anggota dulu yang ada di sana tadi,” ujarnya singkat.

Hal senada juga diungkapkan, manajer SPBU Cina, Sudarman, diujung telepon dia mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai keributan yang disebut terjadi di SPBU yang berada di bawah pengawasannya tersebut.

Ia mengatakan baru berada di lokasi sekitar pukul 09.00 WITA dan tidak mendapati adanya keributan saat berada di SPBU.

Baca Juga:  Dugaan Praktik Pelansiran Disorot, Pengguna Truk Keluhkan Pembatasan Solar di SPBU Pakkasalo

“Jam berapa itu kejadiannya, Pak? Karena saya ke SPBU pukul 09.00 WITA dan saat saya di sana tidak ada kejadian. Tapi entah kalau pagi. Saya coba cari tahu dulu sama operator saya,” ucap Sudarman.

Praktik pengisian BBM menggunakan jeriken dalam jumlah banyak tersebut menjadi sorotan masyarakat. Selain berpotensi mengganggu pelayanan terhadap konsumen umum, aktivitas semacam itu juga dikhawatirkan menimbulkan persoalan apabila BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi kelompok penerima tertentu justru dialihkan untuk kepentingan komersial.

Dugaan adanya penjualan kembali BBM bersubsidi juga diharapkan menjadi perhatian aparat penegak hukum dan instansi terkait. Penelusuran dapat dilakukan terhadap mekanisme pembelian, jumlah BBM yang diperoleh, legalitas rekomendasi, hingga dugaan pengalihan BBM untuk kepentingan komersial. (*)

Berita Terkait

Wabup Bone Buka Kompetisi PMR se-Sulsel, Tekankan Pentingnya Ekstrakurikuler
8 Tim Lolos ke Babak 8 Besar Piala Gubernur Sulsel 2026, Siapa yang Pertama Tembus Semifinal?
Gubernur Andi Sudirman Tinjau Perbaikan Jalan Ujung Lamuru–Palattae, Warga: Terima Kasih Pak Gubernur
Mobil Feroza Terbakar di Bone, Diduga Dipicu Korsleting Kelistrikan
Pocil Bone Juara Lomba Zona 4, Siap Bawa Nama Polres ke Tingkat Polda Sulsel
PP Bonepal Genap 37 Tahun, Rawat Tradisi Petualangan dan Persaudaraan Lintas Generasi
Kematian Pria 40 Tahun di Ponre Bone Sisakan Tanda Tanya, Keluarga Temukan Sejumlah Kejanggalan
Bone Juara Regional Timur Piala Gubernur Sulsel 2026, Tekuk Sinjai 3-0

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 11:15 WITA

8 Tim Lolos ke Babak 8 Besar Piala Gubernur Sulsel 2026, Siapa yang Pertama Tembus Semifinal?

Senin, 7 September 2026 - 20:20 WITA

Gubernur Andi Sudirman Tinjau Perbaikan Jalan Ujung Lamuru–Palattae, Warga: Terima Kasih Pak Gubernur

Senin, 7 September 2026 - 20:09 WITA

Mobil Feroza Terbakar di Bone, Diduga Dipicu Korsleting Kelistrikan

Senin, 7 September 2026 - 17:12 WITA

Pocil Bone Juara Lomba Zona 4, Siap Bawa Nama Polres ke Tingkat Polda Sulsel

Minggu, 6 September 2026 - 16:34 WITA

PP Bonepal Genap 37 Tahun, Rawat Tradisi Petualangan dan Persaudaraan Lintas Generasi

Berita Terbaru