Kapal Penumpang Tradisional, Diperairan Makassar Tenggelam…

- Jurnalis

Rabu, 13 Juni 2018 - 15:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONEKU.COM – Terjadi Kecelakaan kapal tradisional yang dilaporkan tenggelam di wilayah perairan Makassar dari Pulau Barrang Lompo menuju Paotere, pada Rabu, (13/06/2018). 
Jumlah penumpang kapal diperkirakan sekitar 70 orang. Dan hingga saat ini baru sekitar 25 orang yang ditemukan.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Dicky Sondani mengatakan, saat ini Personel Polairud, dan Polres Pelabuhan Makassar, Kapal BKO Baharkam Polri dan Basarnas sementara melakukan evakuasi terhadap korban.
“Adapun korban yang sudah berhasil dievakusi sementara ditangani oleh tim medis di Posko Ops Ketupat 2018 Pelabuhan Paotere Makassar,” katanya.


Saat ini korban yang ditemukan baru sekitar 37 orang. “Selamat 24 orang meninggal dunia 13 orang,” jelas dicky.
Adapun Data korban Meninggal Yg di evakuasi ke RS TNI AL diantaranya :
1. Rita, Perempuan umur 31 tahun  alamat Cambayya lr 7 Makassar
2. Asriani, Perempuan 6 Tahun alamat pulau Barrang lompo
3. Marani, perempuan 48 tahun alamat pulau Barrang lompo
4. Marwah, perempuan 42 tahun alamat pulau Barrang Lompo
5. Rahman, Lakis 6 Tahun alamat pulau Barrang Lompo
6. Dalima, perempuan 46 tahun alamat Pulau barrang lompo
7. Nio, Perempuan 50 tahun  alamat pulau barrang lompo
8. Arsyam, lakis 1 tahun alamat pulau barrang lompo
Data Korban meninggal  yg dievakuasi ke pulau Barrang Lompo:
9. Sitti Aminah, Perempuan umut 60 tahun Alamat Pulau Barrang Lompo
10. Rahmawati, perempuan umur 8 tahun alamat pulau barrang lompo
11. Arini, Perempuan umur 30 tahun alamat pulau barrang lompo
12. Rusdiana, perempuan umur 37 tahun alamat pulau Barrang lompo
13. Suryani, perempuan 35 tahun alamat pulau barrang lompo.(*)
Baca Juga:  Ketua DPRD Bone Sambangi Posko Corona

Berita Terkait

Dugaan Praktik Pelansiran Disorot, Pengguna Truk Keluhkan Pembatasan Solar di SPBU Pakkasalo
Dari Dunia Advokat ke Kursi Hakim Agung, Dhifla Wiyani Bawa Pengalaman Panjang di Bidang Hukum
Pasca Gempa M7,7, Polres Sikka Bergerak Cepat Tangani Dampak dan Evakuasi Korban
73 Paskibraka Sulsel Resmi Dikukuhkan, Siap Tuntaskan Amanah di HUT ke-81 RI
Antrian Panjang vs. Pengalihan Ilegal: Kelangkaan Solar di Bone
Dukung Aktivitas Warga, Wakapolda Sulsel Resmikan Jembatan Hasil Karya Batalyon C Pelopor
Upah Tak Kunjung Dibayar, Ratusan Buruh Sekolah Rakyat Jalan Kaki 9 Kilometer ke Polres Bone
Proyek Sekolah Rakyat di Bone Telan Rp230 Miliar, Ratusan Buruh Justru Menjerit, Upah 3 Minggu Belum Dibayar

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:05 WITA

Dugaan Praktik Pelansiran Disorot, Pengguna Truk Keluhkan Pembatasan Solar di SPBU Pakkasalo

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Dari Dunia Advokat ke Kursi Hakim Agung, Dhifla Wiyani Bawa Pengalaman Panjang di Bidang Hukum

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:42 WITA

Pasca Gempa M7,7, Polres Sikka Bergerak Cepat Tangani Dampak dan Evakuasi Korban

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:25 WITA

73 Paskibraka Sulsel Resmi Dikukuhkan, Siap Tuntaskan Amanah di HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:05 WITA

Antrian Panjang vs. Pengalihan Ilegal: Kelangkaan Solar di Bone

Berita Terbaru