PEN diujung PENA

- Jurnalis

Selasa, 15 Juni 2021 - 05:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

   Catatan Pinggir:  Bahtiar Parenrengi
BONEKU.COM–Siang begitu cerah. Matahari menyembul dibalik awan, yang sedari tadi mengganggunya. Perlahan namun pasti, terang benderang.
Saya menyeruput kopi hitam yang masih bertahan dari pagi tadi. Saya memang agak mengurangi menikmati cafein. Ini nasehat beberapa sahabat agar pencernaan tak terganggu.
Kebiasaan menghabiskan 2 hingga 3 gelas perhari, harus berubah menjadi segelas perhari. Tentu tetap berupaya bertahan pada minuman yang fenomenal ini. Minuman yang memiliki sensasi dahsyat, karena miniman semacam ini selalu saja laris manis.
Menikmati kopi seolah tak lengkap jika tak ada perbincangan dengan sesama penikmat lainnya. Begitupun siang ini, obrolan yang menarik sambil menikmati kopi.
Obrolan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), menjadi sesuatu yang dibicarakan untuk menghabiskan kopi. Ada rasa pahit yang menyembul. Bak rasa kopi ketika diteguk. Pahit namun terasa nikmat saat melewati kerongkongan.
Nikmat karena rasa manisnya menjadi pelengkap rasa yang nikmat. PEN seolah menjadi kopi dimasa Pandemi Covid 19. Ketika daerah merasa penat dan puyeng akibat dananya direfocusing (kegiatan anggaran pemerintah yang semula digunakan untuk membangun dipotong untuk penagganan covid-19). 
Agak pening jadinya. Dan PEN menjadi salah satu jalan keluar untuk membangun daerah yang semakin minim dana, tapi pembenahan ekonomi dan infrastruktur semakin menuntut. 
                 ***
Virus Covid 19 menjadi pemicu ketidak stabilan sebuah negara. Sendi kehidupan menjadi tak berimbang. Kesehatan menjadi momok yang menakutkan. Karena setiap saat kita mendapatkan kabar orang terjangkit, lalu meninggal dunia.
Sisi perekonomian menjadi anjlok. Hingga banyak perusahaan gulung tikar. Anggaran penanggulangan menjadi prioritas. Dan imbasnya, refocusing anggaran diseluruh lapisan pemerintah menjadi keharusan.
PEN menjadi pelarian pemerintah daerah. Menjadi sebuah harapan untuk mendapatkan dana segar. Menjadi dana yang bisa menggerakkan roda pembangunan, walau status dana pinjaman.
KOMPAS.com  melansir bahwa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merinci realisasi penggelontoran anggaran dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Menurut Airlangga Hartarto, PEN sudah terealisasi sebesar 24 persen dari pagu anggaran yang disiapkan, yakni Rp 699,43 triliun. Itu artinya sudah terealisasi Dana PEN sampai 11 Mei 2021 itu, sebanyak Rp 172,35 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bahkan beberapa kali menaikkan alokasi anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Menurut Ani, penambahan alokasi anggaran PEN sengaja dilakukan pemerintah untuk menahan tekanan pandemi virus corona penyebab Covid-19 di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Banyaknya dana yang disiapkan pemerintah pusat, tentu menjadi pemicu pemerintah daerah untuk meminjam dana tersebut. Dan Kabupaten Bone menjadi salah satu daerah yang berusaha memanfaatkan peluang itu. 
Seperti yang dilansir investor.id – Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan menyatakan bahwa hingga Jumat (26/3) sudah menerima usulan pinjaman daerah dari 80 pemerintah daerah (pemda) dengan total nilai usulan sebesar Rp 48,02 triliun.
Pinjaman daerah ini merupakan salah satu langkah dari program Pemulihan ekonomi Nasional (PEN). Tingkat suku bunga sebelumnya  pada tahun 2020 suku bunga dikenakan 0%. 
Namun dalam pelaksanaan pinjaman daerah tahun 2021, ada tiga kategori tingkat suku bunga yaitu pinjaman PEN dengan jangka waktu tiga tahun sebesar 5,30%  pinjaman PEN dengan jangka waktu lima tahun sebesar 5,66%, dan pinjaman PEN dengan jangka waktu delapan tahun sebesar 6,19%. 
                ***
Hembusan angin segar PEN di bulan Juni ini seolah menjadi angin kencang. Sebelumnya, saat Pemkab Bone menyodorkan proposal pinjaman 500 M ke Pemerintah Pusat, terlihat adem-adem saja.
Ketika kabar pinjaman itu mulai terlihat titik terang (300 M), ada angin yang berhembus deras. Ada protes yang meminta komitmen Pemda sesuai “kesepakatan” poin-poin usulan. Tak hanya itu, ada pula gerakan massa yang menyuarakan tolak dana PEN.
Simpul-simpul itu memang harus menjadi perhatian yang tak bisa dinapikan. Karena dana PEN telah menjadi konsumsi PENA, yang setiap saat akan ditulis.
Dana PEN (pemulihan Ekonomi Nasional) memang telah menjadi sesuatu yang seksi. Apalagi peruntukannya kehilangan arah. 
Semoga saja, dana pinjaman untuk peruntukan infrastuktur Kabupaten Bone berjalan dengan baik dan tak menjadi bahan olok-olokan medsos. Tetaplah membangun pola pikir dan pola tindak yang baik, agar PENA kita menulis dengan baik. 
Mari menjadikan dana PEN sebagai dana kebaikan. Dana Penanggulangan Ekonomi Nasional yang sesungguhnya. Menjadi dana yang mampu menanggulangi virus yang mematikan. Termasuk virus yang bisa membuat kita terjerembab kepada perbuatan yang mematikan nurani. Semoga dana PEN menjadi PENA kebaikan. Pena yang menuliskan alur-alur dana yang diperuntukkan perbaikan jalan dan jembatan. Bukan Pena yang menulis dana PEN yang carut-marut . Semoga.(*)
Baca Juga:  Brimob Bone Bantu Bersihkan Puing-Puing Sisa Kebakaran, Danyon Ichsan; Wujud Kepedulian Brimob

Berita Terkait

Dukung Pendidikan Islam, Andi Muzakkir Aqil Serahkan Bantuan Aspirasi ke Ponpes di Bone
SATRIA Bone Siap Sambut Sufmi Dasco Ahmad, Tegaskan Siap Menangkan Gerindra di Sulsel
URC Resmob Bone Sisir TKP Penganiayaan Bersenjata Parang di Mattanete Bua, Pelaku Akhirnya Ditamankan
Di Balik Video Pencurian Kotak Amal Masjid di Bone, Tersimpan Kisah Pilu Seorang Santri yang Kelaparan dan Rindu Orang Tua
Perangi Narkotika hingga Desa, Bupati Bone Resmikan Tim P4GN di 27 Kecamatan
Buruh Proyek Sekolah Rakyat di Bone Tagih Gaji, Upah Telat Lebih Tiga Pekan
Kasus Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone Masih Bergulir, Versi Korban dan Saksi Berbeda
Diduga Dipicu Persoalan Kue, Ketua DPRD Bone Dilaporkan ke Polisi

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:14 WITA

Dukung Pendidikan Islam, Andi Muzakkir Aqil Serahkan Bantuan Aspirasi ke Ponpes di Bone

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:55 WITA

SATRIA Bone Siap Sambut Sufmi Dasco Ahmad, Tegaskan Siap Menangkan Gerindra di Sulsel

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:16 WITA

URC Resmob Bone Sisir TKP Penganiayaan Bersenjata Parang di Mattanete Bua, Pelaku Akhirnya Ditamankan

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:18 WITA

Di Balik Video Pencurian Kotak Amal Masjid di Bone, Tersimpan Kisah Pilu Seorang Santri yang Kelaparan dan Rindu Orang Tua

Senin, 27 Juli 2026 - 13:34 WITA

Perangi Narkotika hingga Desa, Bupati Bone Resmikan Tim P4GN di 27 Kecamatan

Berita Terbaru