Komisi I DPRD Bone Kunker ke Kemendes, Pertanyakan TPP Diputus Kontrak

- Jurnalis

Kamis, 6 Februari 2025 - 21:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,BONEKU.COM – Komisi I DPRD Kabupaten Bone melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) di Jakarta, Kamis (6/2/2025).

Kunjungan Komisi I DPRD Bone ini dalam rangka mempertanyakan penyebab Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Bone diputus kontrak oleh BPSDM PDMTT Kemendes.

Dalam kunjungannya itu, Komisi I DPRD Bone, yang dipimpin Rismono Sarlim selaku Ketua Komisi, diterima langsung oleh Kepala Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal Dr. Fujiartanto.

Dalam pertemuan itu, Rismono mengungkapkan beberapa hal yang diperoleh Komisi I dari hasil klarifikasi terhadap 10 orang TPP terkait masalah tidak diperpanjangnya kontrak tersebut.

“Pertama, Kami membawa bukti bahwa mereka (TPP) ini telah mengupload sebelum tanggal 25. Kami juga telah melakukan klarifikasi di tingkat Provinsi ternyata ada kesalahan, mungkin server atau jaringan,” kata Rismono.

Baca Juga:  Branch Manajer Telkomsel Jadi Pembicara di Workshop Penyelarasan Kurikulum SMKN 4 Bone

Lanjut Rismono menjelaskan, bahwa yang kedua adalah proses verifikasi yang hanya berlaku untuk wilayah Papua dan Maluku. Sementara diluar wilayah tersebut tidak ada.

“Di Sulsel ini ada 22 orang yang tidak diakomodir, tentu kami ingin mendapatkan klarifikasi dari Kementerian terkait hal ini. Kiranya kami bisa dibantu, karena TPP ini sudah mengabdi lebih dari 10 tahun,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Fujiartanto membeberkan sejumlah faktor yang menyebabkan tidak diperpanjangnya kontrak 10 orang TPP Kabupaten Bone pada tahun 2025 ini.

Fujiartanto mengungkapkan, bahwa perihal perpanjangan kontrak TPP dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja. Evaluasi kinerja itu, dilakukan secara perseorangan atau individual.

Dari evaluasi tersebut, kata Fujiartanto akan terbit hasil penilaian grade A, B, C dan D.

“Untuk di Kabupaten Bone ini ada 10 orang, kalau dilihat memang semua memenuhi syarat seperti disampaikan pimpinan tadi,” ungkap Fujiartanto saat menerima kunjungan Komisi I DPRD Bone di Jakarta, Kamis (6/2/2025).

Baca Juga:  Dewan Masjid Indonesia Akan Bangun 10 Masjid di Gaza Pasca Gencatan Senjata

Fujiartanto menyebutkan, untuk TPP Kabupaten Bone, total ada 11 orang. Hanya saja 1 orang mengundurkan diri. Ia pun telah mengecek langsung nama-nama 11 orang tersebut.

Mengenai tidak munculnya 10 nama TPP tersebut di Surat Keputusan (SK), Fujiartanto menjelaskan bahwa kemungkinan hal itu disebabkan karena adanya mekanisme yang tidak dilalui.

Fujiartanto mencontohkan, bahwa untuk hasil evalusi nilai A dan B yang ditidak mengajukan atau mengupload perpanjangan, maka secara otomatis tidak berkeinginan untuk memperpanjang.

“Adapun untuk hasil evaluasi C dan D itu. Kalau C itu harus klarifikasi, kalau bisa diterima, kalau diterima maka dimungkinkan untuk diperpanjang. Kalau tidak berarti tidak lanjut atau dilepas,” jelasnya.

Sementara itu, untuk hasil eveluasi yang mendapatkan nilai D, hal itu kata Fujiartanto secara otomatis tidak diperpanjang kontraknya.

Baca Juga:  Sembangi PDAM, Wabup Bone Minta Tingkatkan Pelayanan

“Posisi untuk 10 orang teman-teman di Bone ini secara kebetulan itu memang tidak menyampaikan dokumen secara instrumen sistem aplikasi yang ada. Dimana dalam aplikasi itu teman-teman membuka dengan NIK masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Bone, Herman ST berpendapat bahwa, akibat tidak lolosnya 10 orang TPP ini otomatis terjadi kekosongan 10 TPP di Desa.

Untuk itu, Ia berharap kiranya pada perekrutan yang akan datang, 10 orang TPP Bone yang tidak diperpanjang kontraknya tersebut bisa diakomodir kembali untuk mendaftar.

“Mudah-mudahan kedepan, ketika ada perekrutan untuk mengisi kekosongan mudah-mudahan teman-teman 10 ini diberi kesempatan yang sama dengan pendaftar yang baru, paling tidak mereka memiliki pengalaman,” harapnya. (*)

Berita Terkait

Jelang Milad ke-57, Guru MTsN 3 Bone Ziarah ke Makam Keluarga Pendiri Madrasah
Bukan Cuma Jago Tangkap Penjahat, Anggota Resmob Polres Bone Sabet Emas Judo Porprov Sulsel
Tutup CCTV Pakai Baju, Pria Bertato di Bone Gasak Voucher Kuota Rp5 Juta, Diciduk saat Asyik Judol
Anak Anggota DPRD Bone Jadi Korban Penyerangan Brutal, 7 Orang Berhasil Diamankan Polisi
505 Personel Gabungan Siaga Amankan Porprov Sulsel 2026 di Bone
Pendapatan Nelayan Angkue Bone Anjlok! Dari Rp500 Juta saat Musim Ikan, Kini Hanya Rp28 Juta
Yonarmed 21/Kawali Siapkan 75 Personel Dukung Pengamanan dan Sukseskan Porprov XVIII Sulsel 2026 di Bone
Diduga Dilatari Cemburu, Dua Pria Aniaya Pemuda hingga Terjatuh dari Motor di Bone

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 15:26 WITA

Jelang Milad ke-57, Guru MTsN 3 Bone Ziarah ke Makam Keluarga Pendiri Madrasah

Sabtu, 7 November 2026 - 15:21 WITA

Bukan Cuma Jago Tangkap Penjahat, Anggota Resmob Polres Bone Sabet Emas Judo Porprov Sulsel

Sabtu, 7 November 2026 - 02:11 WITA

Tutup CCTV Pakai Baju, Pria Bertato di Bone Gasak Voucher Kuota Rp5 Juta, Diciduk saat Asyik Judol

Jumat, 6 November 2026 - 13:21 WITA

Anak Anggota DPRD Bone Jadi Korban Penyerangan Brutal, 7 Orang Berhasil Diamankan Polisi

Kamis, 5 November 2026 - 16:54 WITA

505 Personel Gabungan Siaga Amankan Porprov Sulsel 2026 di Bone

Berita Terbaru