WAJO.BONEKU.COM,– Anggaran konsumsi makanan bagi warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sengkang, Kabupaten Wajo, menuai sorotan publik. Kualitas dan kuantitas makanan yang diterima sekitar 300 hingga 400 warga binaan diduga tidak sebanding dengan anggaran yang disebut mencapai kurang lebih Rp20 ribu per orang per hari.
Sorotan tersebut mencuat setelah beredar dugaan adanya pengelolaan anggaran konsumsi yang tidak transparan. Sejumlah warga binaan dan warga sekitar, yang enggan disebutkan identitasnya, mengungkapkan bahwa pengelolaan anggaran makan warga binaan diduga berada langsung di bawah kendali Kepala Rutan Sengkang melalui kerja sama dengan pihak penyedia tertentu.
“Dari informasi yang kami terima, pengelolaan anggaran makan itu diketahui berada di bawah kendali Kepala Rutan,” ujar salah satu sumber kepada awak media, Sabtu (3/1/2026).
Menurut sumber tersebut, menu makanan yang disajikan dinilai tidak layak dan jumlahnya minim, sehingga menimbulkan keluhan dari para warga binaan. Kondisi ini dinilai memprihatinkan mengingat anggaran yang dialokasikan seharusnya mampu memenuhi standar gizi dan kelayakan konsumsi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Rutan Sengkang belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut, meski upaya konfirmasi telah dilakukan.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Wajo, Amshar Andi Timbang, menanggapi serius informasi yang beredar. Ia menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke Rutan Sengkang untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.
“Kami akan turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan pengelolaan anggaran berjalan sesuai aturan,” tegas Amshar.
DPRD Wajo berharap pihak terkait dapat bersikap terbuka dan kooperatif, guna menjamin hak-hak warga binaan terpenuhi serta mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran negara. (*)











