Setelah Pemeriksaan Ketat, Identitas Florencia Lolita Wibisono Akhirnya Dipastikan

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Florencia Lolita Wibisono

Florencia Lolita Wibisono

MAKASSAR.BONEKU.COM,– Tabir identitas korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 kembali terkuak. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan akhirnya memastikan identitas korban kedua yang lebih dulu tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, setelah melalui rangkaian pemeriksaan ilmiah yang ketat dan mendalam.

Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Komisaris Besar dr Muhammad Haris, mengungkapkan bahwa pada Selasa malam, 20 Januari 2026, pihaknya menerima satu kantong jenazah dari tim Basarnas. Tanpa menunda waktu, tim DVI langsung bergerak melakukan proses identifikasi demi memberikan kepastian kepada keluarga korban.

“Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 telah kami cocokkan dengan data ante mortem nomor AM004. Hasilnya, jenazah tersebut teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, perempuan berusia 33 tahun, dengan alamat Apartemen Howard Tower, Pulau Gadung, Jakarta Timur,” ujar Haris saat konferensi pers di Biddokkes Polda Sulsel, Rabu, 21 Januari 2026.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Telah Alokasikan Rp2,5 Miliar Anggaran Operasional Pencarian ATR42-500

Ia menjelaskan, proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dan berlapis. Kepastian identitas diperoleh melalui pencocokan sidik jari, data odontologi (gigi), properti yang melekat, serta ciri-ciri medis korban.

“Semua parameter identifikasi saling menguatkan, mulai dari sidik jari, data gigi, properti, hingga ciri medis,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Identifikasi Pusdokkes Polri, Brigadir Jenderal Mashudi, menambahkan bahwa kondisi jenazah korban kedua masih relatif baik, sehingga memudahkan proses identifikasi, khususnya melalui sidik jari.

“Papiler pada sidik jari masih dapat terbaca dengan jelas. Karena itu, kami bisa langsung mengambil dan mencocokkan sidik jari korban,” tutur Mashudi.

Menurutnya, kelengkapan peralatan dan keahlian tim DVI menjadi faktor penting dalam mengungkap identitas korban. Namun demikian, setiap hasil tetap harus diperkuat dengan pembuktian ilmiah melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem.

Baca Juga:  Mantapkan Pengawasan, Bawaslu Bone Ikuti Apel Siaga Pilkada Damai 2024 

“Kami melakukan pembandingan dengan mengambil sidik jari jempol tangan kiri, lalu mencocokkannya dengan data pembanding yang telah dikumpulkan sebelumnya. Proses ini dilakukan secara manual dan saintifik,” jelasnya.

Mashudi menegaskan, berdasarkan pendekatan ilmu pengetahuan forensik, hasil identifikasi tersebut telah memenuhi standar yang diakui secara internasional.

“Secara keilmuan, kami sangat yakin bahwa korban dengan kode PM 62B.01 adalah Florencia Lolita Wibisono, sebagaimana data yang disampaikan Basarnas. Kepastian ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan internasional,” ucapnya.

Di sisi lain, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro mengungkapkan bahwa proses evakuasi korban dari lokasi jatuhnya pesawat bukanlah perkara mudah. Medan ekstrem dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan.

Baca Juga:  Kru Kapal MV Heng Sang Kecelakaan Kerja, Basarnas Makassar Gunakan KN Sar Kamajaya 104 Lakukan Evakuasi

“Informasi dari Kepala Basarnas menyebutkan bahwa kondisi di lokasi sangat sulit. Cuaca dan medan ekstrem membuat proses evakuasi memakan waktu beberapa hari hingga akhirnya korban dapat dievakuasi dan diidentifikasi,” ungkapnya.

Mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri ini juga memastikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan keluarga korban untuk pengumpulan data ante mortem sebagai bagian penting dari proses identifikasi.

“Hari ini telah disimpulkan bahwa korban yang berhasil diidentifikasi adalah saudari Florencia Lolita Wibisono. Proses ini merupakan pembuktian saintifik yang telah diakui secara internasional dalam penanganan identifikasi korban bencana,” tutup Djuhandhani.

Identifikasi ini sekaligus menjadi jawaban atas penantian panjang keluarga korban, di tengah duka mendalam akibat tragedi jatuhnya pesawat IAT ATR 42-500 di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan. (*)

Penulis : Heri

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Gubernur Andi Sudirman Kunjungi Pengungsi Kebakaran di Tallo, Salurkan Bantuan Rp795 Juta*
Bunda PAUD Sulsel Dorong PAUD Inklusif Lewat Webinar PANRITA PAUD Seri 2
Didukung Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel Rp16 Miliar, Jembatan Salujambu Segera Dilintasi Warga
Hertasning Diaspal, Jalan Aroepala Dibeton, Ini Penjelasan Pemprov Sulsel
Gubernur Andi Sudirman Mulai Pembangunan RS Regional Wilayah Selatan di Gowa, Target Rampung 2027
KKS x DIGIFEST 2026 Hadirkan 100 UMKM, Pemprov Sulsel Perluas Peluang Pasar Wastra Lokal
Sulsel Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Penyaluran KUR Tembus Rp16,83 Triliun
Jelang Penilaian Ombudsman, Sekda Sulsel Minta OPD Perkuat Pelayanan Publik

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:10 WITA

Gubernur Andi Sudirman Kunjungi Pengungsi Kebakaran di Tallo, Salurkan Bantuan Rp795 Juta*

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:01 WITA

Bunda PAUD Sulsel Dorong PAUD Inklusif Lewat Webinar PANRITA PAUD Seri 2

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:06 WITA

Didukung Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel Rp16 Miliar, Jembatan Salujambu Segera Dilintasi Warga

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:54 WITA

Hertasning Diaspal, Jalan Aroepala Dibeton, Ini Penjelasan Pemprov Sulsel

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:54 WITA

Gubernur Andi Sudirman Mulai Pembangunan RS Regional Wilayah Selatan di Gowa, Target Rampung 2027

Berita Terbaru