BONE.BONEKU.COM,– Kelangkaan tabung gas elpiji berukuran tiga kilogram dirasakan warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sejak tiga pekan terakhir. Selain sulit ditemukan, harga gas bersubsidi ini di tingkat pengecer melonjak jauh di atas harga normal.
Sejumlah warga mengaku sudah beberapa pekan ini tabung gas elpiji sulit ditemukan, jikalaupun ada di penegecer harga gas elpiji 3 kilogram mencapai Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per tabung. Kondisi ini membuat warga mengeluh, terlebih gas elpiji merupakan kebutuhan utama untuk aktivitas rumah tangga dan usaha kecil.
“Saya ini sudah beberapa minggu kesulitan dapat tabung gas kalaupun ada itu sangat mahal, tapi tadi pas saya liat ada banyak warga yang bawa tabung saya langsung singgah menukar tabung,” Ungkap salah seorang warga bernama Mulking, Jumat, 30/1/2026
Menanggapi keluhan warga, Pemerintah Daerah Kabupaten Bone membentuk tim satuan tugas (Satgas) yang bekerja sama dengan pihak Pertamina dengan menggelar operasi pasar tabung gas elpiji.
Operasi pasar gas elpiji 3 kilogram ini disambut antusias warga dan langsung diserbu. Dalam operasi pasar tersebut, gas elpiji dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.500 per tabung. Untuk mencegah penimbunan, warga diwajibkan membawa Kartu Keluarga dan hanya diperbolehkan menukar satu tabung gas per KK.
Ketua III Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Andi Promal Pawi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran, kelangkaan gas elpiji dipicu oleh meningkatnya penggunaan gas untuk keperluan pertanian dan perkebunan, sehingga permintaan melonjak tajam.
“Dari hasil wawancara kami di lapangan kelangkaan tabung gas ini dipicu karena melonjaknya permintaan, banyak masyarakat kita yang menggunakan tabung gas untuk keperluan pertanian dan perkebunan,” Kata Andi Promal Pawi
Operasi pasar ini rencananya akan berlangsung selama beberapa hari ke depan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun demikian, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Bone diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang hingga musim kemarau berlalu.
Masyarakat berharap pasokan gas elpiji segera kembali normal, sehingga kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil dapat terpenuhi tanpa harus berebut dan membeli dengan harga tinggi. (*)
Penulis : Amal
Editor : Admin Redaksi










