Undangan tersebut disambut positif oleh forum yang diketuai Asrul Sani. Bersama sejumlah pengembang lainnya, mereka hadir di Kantor DLH Wajo dan diterima langsung oleh Kepala DLH didampingi sekretaris, para kepala bidang, serta kepala UPTD lingkup DLH.
Dalam pertemuan itu, Kepala DLH memimpin diskusi yang membahas berbagai persoalan lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah di wilayah perkotaan.
Ia menjelaskan bahwa DLH memiliki tugas utama dalam mitigasi dan penanganan pengelolaan lingkungan hidup yang telah dijalankan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. Namun, di lapangan masih ditemukan sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran operasional, sumber daya manusia (SDM), serta sarana dan prasarana pendukung.
“Kami akui, saat ini kami kewalahan, sehingga belum bisa bekerja secara maksimal,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh pesatnya pembangunan perumahan oleh developer yang tidak diimbangi dengan peningkatan dukungan operasional bagi DLH, khususnya dalam pengelolaan sampah.
Ia menegaskan, setiap pembangunan kawasan perumahan pasti akan menimbulkan dampak lingkungan, terutama peningkatan volume sampah. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini berpotensi menyebabkan penumpukan sampah yang berdampak pada kebersihan kota dan kualitas udara.
“Percuma kita rutin berolahraga seperti jalan atau lari, kalau udara yang kita hirup tidak sehat,” ujarnya.
Oleh karena itu, Kepala DLH mendorong agar para pengembang perumahan dapat berperan aktif dengan mengelola sampah secara mandiri di lingkungan perumahan yang mereka bangun.
Diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban, diselingi suasana santai dan kebersamaan. Dari hasil pertemuan tersebut, para developer menyatakan kesiapan mereka untuk mengikuti arahan DLH serta bersinergi dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup ke depan.
Baik developer yang baru memulai maupun yang tengah menjalankan pembangunan perumahan, semuanya berkomitmen untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah mandiri di kawasan masing-masing. (*)
Penulis : Rangga
Editor : Admin Redaksi











