Kenapa Program Jalan MYP Sulsel Disebut Pembangunan Infrastruktur Paling Berdampak? Ini Penjelasan Ahli

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR.BONEKU.COM, — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pelaksanaan Multi Years Project (MYP) pembangunan jalan yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Seluruh enam paket pekerjaan kini telah memasuki tahap konstruksi di berbagai wilayah.

Program yang didanai melalui APBD senilai Rp2,5 triliun itu mencakup penanganan sekitar 1.400 kilometer jalan pada sekitar 100 ruas provinsi yang tersebar di 24 kabupaten/kota selama periode 2025–2027. Panjangnya setara dengan jarak perjalanan darat dari Kota Makassar ke Gorontalo di Pulau Sulawesi.

Pekerjaan di lapangan meliputi pengaspalan, pengecoran beton, pembangunan drainase, talud, box culvert, hingga preservasi jalan pada sejumlah ruas strategis. Program ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperkuat akses masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Guru Besar Fakultas Teknik Unhas, Prof. Wahyu Haryadi Piarah, menilai pelaksanaan proyek jalan melalui skema multi years contract merupakan langkah yang tepat untuk proyek berskala besar karena memberikan kepastian pendanaan dan waktu pelaksanaan sehingga kualitas konstruksi tetap terjaga.

Baca Juga:  Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Dorong Kesadaran Dini demi Hidup Lebih Baik

“Sebagai orang yang menekuni bidang infrastruktur, saya melihat proyek 1.400 km ini sebagai langkah yang tepat dan berani,” katanya, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut akademisi ini, pembagian pekerjaan ke dalam enam paket juga menjadi strategi yang efektif karena memungkinkan pengerjaan berlangsung secara paralel di banyak titik tanpa mengurangi pengawasan terhadap mutu pekerjaan.

“Skema ini secara teknis paling masuk akal untuk proyek sebesar ini. Kontraktor memiliki kepastian pendanaan dan waktu kerja sehingga kualitas konstruksi tidak dikorbankan hanya untuk mengejar tahun anggaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini masih banyak potensi ekonomi daerah yang belum berkembang optimal akibat akses jalan yang belum memadai sehingga biaya logistik menjadi tinggi. Dengan membaiknya jaringan jalan, mobilitas masyarakat maupun distribusi barang diyakini akan menjadi lebih efisien.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Lepas Bantuan Bibit dan Alat Pertanian untuk 24 Daerah, Perkuat Produksi Padi, Jagung hingga Kakao

“Ketika jalan tersambung dengan baik, waktu tempuh akan berkurang, biaya distribusi turun, dan wilayah-wilayah yang sebelumnya tertinggal memiliki peluang yang sama untuk berkembang,” katanya.

Dampak tersebut, lanjut Prof. Wahyu, akan langsung dirasakan masyarakat, terutama petani, pelaku UMKM, pedagang, hingga masyarakat yang membutuhkan akses menuju layanan kesehatan dan pendidikan. Ia menilai distribusi hasil pertanian dan perkebunan akan berlangsung lebih cepat dengan biaya yang lebih rendah, sementara biaya operasional kendaraan juga dapat ditekan karena kondisi jalan semakin baik.

Selain itu, terbukanya akses jalan diyakini akan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang koridor pembangunan, mulai dari usaha jasa transportasi, perdagangan, tempat istirahat, hingga pengembangan destinasi wisata yang sebelumnya sulit dijangkau.

Di sisi lain, Prof. Wahyu mengakui proses konstruksi jalan sepanjang ribuan kilometer tentu menimbulkan konsekuensi sementara, seperti kemacetan, debu, maupun perubahan arus lalu lintas.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan selama proses pembangunan berlangsung agar pekerjaan dapat selesai sesuai target.

Baca Juga:  MoU dengan BPS, Pemprov Sulsel Perkuat Data Statistik untuk Kebijakan

“Saya mengajak masyarakat untuk bersabar karena gangguan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari proses membangun infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang. Setiap hari pekerjaan berjalan lancar berarti kita semakin dekat pada jalan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Sebagai penutup, Prof. Wahyu menekankan bahwa keberhasilan proyek infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kualitas konstruksi, tetapi juga oleh konsistensi pemerintah dalam menjaga transparansi progres pekerjaan dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat terdampak.

Ia optimistis, apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, proyek Multi Years Project jalan akan menjadi salah satu program pembangunan infrastruktur daerah yang paling berdampak.

“Kalau itu berjalan baik, saya yakin proyek ini akan menjadi salah satu pencapaian infrastruktur paling berdampak dalam sejarah pembangunan Sulawesi Selatan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Progres MYP Jalan Provinsi 1.000 Km di Awal September, Gubernur Sulsel: Sekitar 35 Persen Sudah Tertangani
Ungguli DKI Jakarta, Sulsel Puncaki Kejurnas Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung
TP PKK Sulsel Perkuat Kapasitas Pengurus Koperasi Melalui Pelatihan Manajemen
Sekda Jufri Rahman Hadiri Paripurna DPRD Sulsel, Hasil Reses Jadi Masukan Perencanaan Pembangunan
Sekda Jufri Rahman Hadiri Paripurna DPRD Sulsel, Hasil Reses Jadi Masukan Perencanaan Pembangunan
Pakar Ekonomi: Keputusan Gubernur Sulsel Tak Naikkan Pajak adalah Langkah Berani dan Rasional
Kafilah Sulsel Raih 26 Tiket Final MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
Lepas Peserta Bhayangkara Off-Road Merdeka, Gubernur Sulsel Pesan Offroader Jaga Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:13 WITA

Progres MYP Jalan Provinsi 1.000 Km di Awal September, Gubernur Sulsel: Sekitar 35 Persen Sudah Tertangani

Selasa, 1 September 2026 - 22:19 WITA

Ungguli DKI Jakarta, Sulsel Puncaki Kejurnas Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung

Selasa, 1 September 2026 - 21:00 WITA

TP PKK Sulsel Perkuat Kapasitas Pengurus Koperasi Melalui Pelatihan Manajemen

Selasa, 1 September 2026 - 13:01 WITA

Sekda Jufri Rahman Hadiri Paripurna DPRD Sulsel, Hasil Reses Jadi Masukan Perencanaan Pembangunan

Selasa, 1 September 2026 - 10:53 WITA

Sekda Jufri Rahman Hadiri Paripurna DPRD Sulsel, Hasil Reses Jadi Masukan Perencanaan Pembangunan

Berita Terbaru