Rakor Pertumbuhan Ekonomi se-Sulawesi, Bima Arya Tekankan Penguatan Potensi Daerah

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 23:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR.BONEKU.COM,— Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya mendorong pemerintah daerah di Sulawesi memperkuat sinergi untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Hal itu disampaikan Bima Arya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi se-Sulawesi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri para gubernur, bupati, wali kota se-Sulawesi, serta sejumlah instansi terkait. Forum dipandu Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman.

Bima Arya mengatakan, forum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah merumuskan strategi pertumbuhan ekonomi daerah sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat.

“Jadi hari ini rangkaian dari kegiatan apresiasi Apresiasi Pemerintah Daerah, Kemendagri bersama-sama dengan BPS dan Bappenas, mengundang teman-teman Kepala Daerah untuk fokus merumuskan strategi dari pertumbuhan ekonomi sebagai turunan dari arahan Bapak Presiden,” ucapnya seusai rakor.

Baca Juga:  Pemprov SulSel: Lokasi Stadion Sudiang Clear, Klaim Lahan Belum Terplotting BPN

“Karena target pertumbuhan ekonomi 8 persen, ini memerlukan dukungan dari pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuh Bima Arya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional tidak terlepas dari perkembangan ekonomi di daerah. Setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga strategi pengembangan ekonomi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

“Kepala Daerah kami minta untuk bisa mengidentifikasi potensinya apa saja dan memahami bagaimana cara menghitung dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami nanti akan terus berkeliling untuk fokus pada isu pertumbuhan ekonomi ini bersama-sama Bappenas dan BPS dan memunculkan pengalaman-pengalaman nyata yang sudah terbukti dari para daerah,” jelasnya.

Dalam rakor tersebut, Bima Arya mencontohkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sebagai salah satu daerah yang dinilainya mulai membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi.

“Contoh-contoh baik banyak di Sulawesi Selatan ini salah satu contoh adalah Sidrap yang bisa mulai membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Sidrap itu melejit, tumbuh, karena mampu untuk membangun ekosistem tadi, mampu untuk membangun hilirisasi pangan, dengan keterbaksasan APBD,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hindari Korupsi, Danny Minta OPD Berbenah

Ia menjelaskan, belanja pemerintah merupakan salah satu komponen dalam mendorong dan menghitung pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah daerah perlu memahami komponen pertumbuhan ekonomi dan mengidentifikasi sektor yang dapat dikembangkan berdasarkan potensi masing-masing daerah.

“Memahami bagaimana cara menghitung dan mendorong pertumbuhan ekonomi, komponennya apa saja, kemudian diidentifikasi. Karena setiap daerah itu pasti ada hal yang bisa didorong sesuai dengan potensi masing-masing,” pintanya kepada para Pemda.

Bima Arya juga menyoroti kondisi perekonomian Sulawesi Selatan. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Sulsel berada di atas rata-rata dan inflasi terkendali.

“Sulsel memang di atas rata-rata pertumbuhan ekonominya, inflasi juga terkendali,” ucapnya.

Meski demikian, Bima Arya mengatakan masih terdapat pekerjaan rumah agar pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan di tingkat provinsi juga tercermin di kabupaten/kota serta berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Green Leadership Forum II: Sulsel Jadi Role Model Pembangunan Hijau

“Tetapi PR-nya adalah satu bagaimana pertumbuhan ekonomi di tingkat Sulawesi Selatan secara agregat itu juga bisa diikuti pertumbuhan ekonomi di kota kabupaten dan juga berdampak pada kesejahteraan, pengurangan pengangguran, pengetesan kemiskinan, dan lain-lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Oleh karenanya peran daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi amat sangat penting. Dan kami juga sudah menjelaskan bahwa setiap daerah itu punya karakteristiknya masing-masing,” katanya.

Menurut Sonny, perbedaan karakteristik ekonomi daerah turut menentukan strategi yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan.

Bahwa daerah dengan sektor yang dominan misalkan industri pengolahan, kata dia, pasti strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi juga berbeda dengan daerah yang didominasi oleh pertanian. (*)

Berita Terkait

Workshop IIFS 2026, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Literasi Keuangan Syariah
Gubernur Andi Sudirman Antarkan Pemprov Sulsel Raih Penghargaan Anugerah Cita Negeri 2026
Gubernur Andi Sudirman Gerakkan 3.060 Desa dan Kelurahan Percepat Penurunan Stunting
Ribuan Warga Padati Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Kampanyekan Keuangan Syariah
Bunda PAUD Sulsel Perkuat Kompetensi Guru, Transisi PAUD ke SD Harus Menyenangkan
Ketua ASATU Riswan Rusandy Desak Polda Sulsel Usut Tuntas Penikaman Dua Mahasiswa Bone di Makassar
Dikeluhkan Warga, Jalan Rusak di Samping Tol Sutami Segera Diperbaiki
Gubernur Sulsel Apresiasi Prabowo dan Mensos, Sekolah Rakyat Disebut Buka Jalan Generasi Emas 2045

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:10 WITA

Workshop IIFS 2026, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Literasi Keuangan Syariah

Rabu, 4 November 2026 - 12:03 WITA

Gubernur Andi Sudirman Antarkan Pemprov Sulsel Raih Penghargaan Anugerah Cita Negeri 2026

Rabu, 4 November 2026 - 01:01 WITA

Gubernur Andi Sudirman Gerakkan 3.060 Desa dan Kelurahan Percepat Penurunan Stunting

Minggu, 1 November 2026 - 22:23 WITA

Ribuan Warga Padati Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Kampanyekan Keuangan Syariah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:20 WITA

Bunda PAUD Sulsel Perkuat Kompetensi Guru, Transisi PAUD ke SD Harus Menyenangkan

Berita Terbaru