Rentetan Insiden di Tambang Desa Lampoko Berlanjut, Kini Operator Excavator Tewas Tertimbun Material

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, BONEKU.COM, – Insiden maut terjadi di lokasi tambang galian C di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Jumat pagi (24/7/2026). Seorang operator alat berat tewas setelah tertimbun material longsor saat sedang mengoperasikan excavator di area tambang.

Korban diketahui bernama Irfan (32), warga BTN Azzahra. Ia meninggal dunia di lokasi setelah material tanah bercampur batu gunung runtuh dan menghantam alat berat yang dioperasikannya.

Kapolsek Barebbo, AKP Mukhlis, yang turun langsung ke lokasi bersama Camat Barebbo, menjelaskan bahwa saat kejadian korban tengah mengoperasikan excavator PC 200 merek Hitachi berwarna oranye untuk melakukan pengerukan di tambang galian C jenis batu gunung.

Menurutnya, korban menggunakan metode pengerukan dari bagian atas tebing atau yang dikenal dengan pola “payung”. Material hasil pengerukan kemudian dimuat ke dump truck yang berada di bawahnya.

Baca Juga:  Logistik Surat Suara Pemilu 2024 Sudah Tiba di Gudang KPU Bone

“Korban sedang melakukan pengerukan material di bagian atas tebing. Namun secara tiba-tiba terjadi longsoran tanah bercampur batu gunung yang langsung menimpa korban,” kata AKP Mukhlis.

Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun nahas, saat berhasil dievakuasi, Irpan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengeluarkan darah dari mulut,” tambahnya.

Jenazah selanjutnya dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Di lokasi yang sama, pemilik lahan tambang, Alyas, mengaku dirinya hanya sebagai pemilik lahan. Ia menyebut aktivitas pertambangan dilakukan oleh pihak lain.

“Kalau izin tambangnya atas nama Andi Danial. Kalau alat berat itu milik Afdal,” ujarnya singkat.

Peristiwa tersebut juga memunculkan sorotan terhadap aspek keselamatan kerja di lokasi tambang.

Baca Juga:  Sembako Corona dan Kisah Sya'ban (Aduh!! Kenapa tidak yang baru)

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerja terlihat beraktivitas tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area pertambangan tersebut.

Selain itu, beredar informasi bahwa aktivitas penambangan diduga berlangsung di luar titik koordinat izin yang dimiliki sehingga memunculkan dugaan adanya aktivitas di luar wilayah izin resmi.

Namun demikian, Kepala Seksi Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah V Bone belum dapat memastikan informasi tersebut.

“Dari TKP baru dipastikan, Pak,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut sebagai pemegang izin tambang maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang merenggut nyawa operator alat berat tersebut.

Baca Juga:  Bupati Bone Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kantor Desa Senilai 1 Millyar....

Insiden ini menambah daftar persoalan yang menyelimuti aktivitas pertambangan di Desa Lampoko. Sebelumnya, operasional tambang di kawasan tersebut beberapa kali menuai keluhan warga akibat debu yang mengganggu serta kerusakan jalan yang diduga dipicu lalu lalang kendaraan pengangkut material.

Sebelumnya juga perrnah terjadi tindak penganiayaan di lokasi tambang di Desa Lampoko yang mana seorang warga menjadi korban pengeroyokan terhadap beberapa orang yang diduga sebagai penjaga tambang, kejadian tersebut terjadi pada Agustus 2025 lalu.

Kini, lokasi tambang tersbut kembali terrjadi insiden tragis, kecelakaan kerja yang menewaskan seorang operator alat berat, berbagai pihak berharap dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan standar keselamatan kerja, kepatuhan terhadap perizinan, serta pengawasan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut guna mencegah kejadian serupa kembali terulang. (*)

Berita Terkait

Ground Breaking Pembangunan Tanggul 200 Meter di Sungai Rongkong, Gubernur Sulsel Perkuat Penanganan Banjir di Luwu Utara
Bandara Bua Bakal Diperpanjang, Gubernur Sulsel Serahkan Ganti Rugi ke 50 Pemilik Lahan
Operator Eskavator Tewas Tertimbun Longsor Saat Bekerja di Tambang Galian C di Bone
Temui Menteri ESDM, Gubernur Andi Sudirman Usulkan Program Listrik Desa untuk Wilayah Terpencil dan Kepulauan
Kasus Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone Masih Bergulir, Versi Korban dan Saksi Berbeda
Fatmawati Rusdi Salurkan Bantuan UPPKA dan Ajak Masyarakat Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi
Persoalan Kue Berujung Laporan Polisi, HMI Bone Minta Kode Etik DPRD Ditegakkan
Gubernur Andi Sudirman Laporkan Progres Evakuasi KM Nurul Salsa kepada Kepala Basarnas RI

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:05 WITA

Ground Breaking Pembangunan Tanggul 200 Meter di Sungai Rongkong, Gubernur Sulsel Perkuat Penanganan Banjir di Luwu Utara

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:45 WITA

Rentetan Insiden di Tambang Desa Lampoko Berlanjut, Kini Operator Excavator Tewas Tertimbun Material

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:21 WITA

Bandara Bua Bakal Diperpanjang, Gubernur Sulsel Serahkan Ganti Rugi ke 50 Pemilik Lahan

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:27 WITA

Operator Eskavator Tewas Tertimbun Longsor Saat Bekerja di Tambang Galian C di Bone

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:47 WITA

Temui Menteri ESDM, Gubernur Andi Sudirman Usulkan Program Listrik Desa untuk Wilayah Terpencil dan Kepulauan

Berita Terbaru