BONE, BONEKU.COM — Musim kemarau dan keterbatasan pasokan air tidak menyurutkan semangat Kelompok Tani Mabbulo Sipeppa di Desa Bune, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, untuk mempertahankan tanaman padi hingga memasuki masa panen.
Saat tanaman memasuki fase pengisian bulir, kondisi lahan mulai mengalami kekurangan air. Situasi tersebut menjadi tantangan serius bagi petani karena ketersediaan air sangat menentukan keberhasilan tanaman hingga panen.
Namun, para petani tidak memilih menyerah. Mereka berupaya memenuhi kebutuhan air tanaman secara mandiri dengan memanfaatkan pompanisasi dan mobil tangki.
Penyiraman dilakukan secara intensif untuk menjaga tanaman tetap tumbuh di tengah ancaman kekeringan yang melanda sejumlah lahan pertanian di wilayah tersebut.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Tanaman padi Kelompok Tani Mabbulo Sipeppa mampu menghasilkan rata-rata sekitar 5 ton gabah per hektare.
Kepala Desa Bune, Haeruddin, SE, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi para petani. Menurutnya, hasil panen itu merupakan buah dari kerja keras dan kegigihan petani dalam menghadapi kondisi kemarau.
“Alhamdulillah, segala usaha dan keringat kami berbuah manis. Hasilnya luar biasa, rata-rata mencapai sekitar 5 ton per hektare,” ungkap Haeruddin kepada Boneku.com, Selasa (1/9/2026).
Meski demikian, tidak seluruh lahan mendapatkan hasil serupa. Sebagian tanaman padi yang tidak sempat memperoleh tambahan pasokan air melalui pompanisasi maupun mobil tangki mengalami gagal panen akibat kekurangan air.
Kondisi tersebut menunjukkan betapa pentingnya ketersediaan air, terutama ketika tanaman padi memasuki fase pengisian bulir yang menjadi salah satu tahapan krusial sebelum panen.
Bagi Kelompok Tani Mabbulo Sipeppa, keberhasilan mempertahankan tanaman hingga menghasilkan 5 ton gabah per hektare menjadi bukti bahwa upaya bersama dan ketekunan masih mampu memberikan hasil di tengah tantangan musim kemarau.
Haeruddin berharap hasil panen tersebut membawa keberkahan bagi para petani dan keluarganya sekaligus menjadi motivasi untuk terus mempertahankan sektor pertanian di Desa Bune.
Ia juga menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Ini bukti nyata bahwa kami petani adalah pejuang pangan. Kesabaran, kebersamaan dan ketekunan mampu mengalahkan berbagai tantangan,” tegasnya.
Menurutnya, perjuangan petani di tengah keterbatasan air bukan hanya soal mempertahankan hasil panen, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan dari tingkat desa.
Keberhasilan Kelompok Tani Mabbulo Sipeppa menjadi gambaran bahwa dengan dukungan pengairan, kerja sama, dan ketekunan, produktivitas pertanian tetap dapat dipertahankan meski menghadapi tekanan musim kemarau. (*)
Penulis : Aby
Editor : Admin Redaksi










