Wagub Fatmawati Ingatkan Keluarga terhadap Risiko Judi Online dan Pinjaman Online

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026 - 00:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANA TORAJA.BONEKU.COM,–  Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua dan sekolah dalam penggunaan gawai oleh anak. Perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, membawa kemudahan sekaligus risiko yang perlu diantisipasi bersama.

Pesan tersebut disampaikan Fatmawati saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Fatmawati, keluarga dan sekolah perlu memiliki aturan yang jelas mengenai penggunaan gawai sekaligus memastikan aturan tersebut diterapkan secara konsisten.

“Jadi yang utama pada saat ini adalah bagaimana kita bijak menggunakan gawai,” kata Fatmawati.

Ia mencontohkan penggunaan telepon seluler di lingkungan sekolah. Menurut dia, fasilitas loker yang telah disediakan perlu benar-benar dimanfaatkan untuk menyimpan telepon seluler selama proses pembelajaran.

“Saya berharap masuk lingkungan sekolah HP-nya sudah dimasukkan di loker. Jangan sampai lokernya ada, aturannya ada, tapi pelaksanaannya masih ada pembiaran,” ujarnya.

Baca Juga:  KPK Tinjau Proyek MYP Rp3,7 Triliun Sulsel, Sejumlah Ruas Jalan di Pinrang, Sidrap, dan Wajo Dievaluasi

Bagi Fatmawati, pengaturan penggunaan gawai tidak berhenti pada keberadaan aturan. Konsistensi penerapannya di lingkungan sekolah menjadi bagian penting agar proses pembelajaran tetap berjalan dan anak memperoleh pendampingan yang memadai dalam menggunakan teknologi.

Pendampingan yang sama perlu dibangun di lingkungan keluarga. Orang tua perlu memperhatikan waktu layar atau screen time anak serta menjaga komunikasi langsung di dalam rumah.

Fatmawati mengingatkan bahwa kehadiran fisik anggota keluarga dalam satu ruangan tidak selalu berarti terbangunnya kedekatan. Perhatian yang terserap ke ruang digital dapat membuat komunikasi antarkeluarga berkurang.

“Kita merasa aman, anak-anak kita, suami kita, istri kita ada di dalam rumah, sudah bersama kita satu meja makan ataupun di ruang TV kita bisa bercengkerama. Tapi yang ternyata ada adalah mendekatkan yang jauh yang tidak nampak di mata, lalu kita yang bersebelahan merasa jauh,” katanya.

Baca Juga:  Pemprov Sulsel Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan–Idulfitri 2026

Selain penggunaan gawai, Fatmawati mengingatkan keluarga untuk memahami berbagai risiko yang dapat muncul melalui ruang digital, antara lain judi online dan pinjaman online. Ia meminta orang tua tidak hanya mengetahui aktivitas anak di dunia nyata, tetapi juga memahami lingkungan digital yang diakses sehari-hari.

“Anak kita ada di depan mata, begitu juga suami atau istri. Tetapi, di ruang digital, mereka bisa saja terhubung dengan berbagai risiko yang tidak kita ketahui, termasuk judi online dan pinjaman online,” ujarnya.

Menurut Fatmawati, komunikasi menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi perubahan lingkungan digital. Orang tua perlu membangun ruang komunikasi yang membuat anak merasa aman untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi tanpa takut atau merasa dihakimi.

Upaya tersebut, kata dia, tidak dapat hanya dilakukan oleh keluarga. Sekolah, pemerintah daerah, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, dan komunitas perlu mengambil bagian dalam memberikan edukasi mengenai penggunaan teknologi secara sehat dan aman.

Baca Juga:  Jaga Kondusivitas Wilayah, Batalyon C Pelopor Patroli Lokasi Keramaian di Bone

Edukasi tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari lingkungan pendidikan hingga masyarakat. Dengan demikian, anak memiliki bekal untuk mengenali berbagai risiko di ruang digital sekaligus menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

“Di masyarakat, kita perlu bentuk komunitas untuk bagaimana mengedukasi, mengulang-ulang terus agar kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan tidak terjadi,” kata Fatmawati.

Fatmawati berharap penguatan literasi digital di tingkat keluarga dan komunitas dapat berjalan beriringan dengan upaya perlindungan perempuan dan anak. Perkembangan teknologi, menurut dia, perlu diarahkan untuk mendukung hal-hal produktif tanpa mengabaikan keselamatan dan tumbuh kembang anak.

Dalam konteks tersebut, pengawasan bukan berarti menjauhkan anak dari teknologi. Pendampingan diperlukan agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab, sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. (*)

Berita Terkait

Kepedulian di Tengah Kesibukan Masa Giling, PG Camming Sumbangkan 86 Kantong Darah
Cuma Latihan Dua Pekan, PMR WIRA SMAN 5 Bone Tampil Gemilang di VORCEA 2026
Gubernur Sulsel Serahkan BK Rp17 Miliar untuk Pemkab Bulukumba, Termasuk Masjid Terapung Pantai Merpati
Gubernur Andi Sudirman Tinjau Perbaikan Jalan Ujung Lamuru–Palattae, Warga: Terima Kasih Pak Gubernur
Pastikan MBG Berjalan Kondusif, Polres Bone Turunkan Personel ke Sejumlah SPPG
Di Balik Rumah Nyaris Roboh, Ada Ibu yang Rela Bertaruh Nyawa Demi Anak-Anaknya Tetap Sekolah
Atap Bocor, Lantai Jebol, Puluhan Murid SD di Bone Tetap Bertahan Mengejar Cita-Cita
Audiensi dengan Bupati Bone, RSUD La Mappapenning Perkuat Sistem Rujukan Pasien dari Puskesmas

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 00:23 WITA

Wagub Fatmawati Ingatkan Keluarga terhadap Risiko Judi Online dan Pinjaman Online

Rabu, 16 September 2026 - 15:14 WITA

Kepedulian di Tengah Kesibukan Masa Giling, PG Camming Sumbangkan 86 Kantong Darah

Senin, 14 September 2026 - 11:27 WITA

Cuma Latihan Dua Pekan, PMR WIRA SMAN 5 Bone Tampil Gemilang di VORCEA 2026

Minggu, 13 September 2026 - 13:34 WITA

Gubernur Sulsel Serahkan BK Rp17 Miliar untuk Pemkab Bulukumba, Termasuk Masjid Terapung Pantai Merpati

Senin, 7 September 2026 - 20:20 WITA

Gubernur Andi Sudirman Tinjau Perbaikan Jalan Ujung Lamuru–Palattae, Warga: Terima Kasih Pak Gubernur

Berita Terbaru