BONE.BONEKU.COM,– Menantu yang terlibat pertikaian berdarah dengan mertuanya di Lingkungan Barangmamase, Kelurahan Tanete, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD Tenriwaru Bone, Minggu (20/9/2026).
Pria berinisial SB (38) tersebut dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 09.24 Wita. Sebelumnya, SB mengalami sejumlah luka setelah terlibat pertikaian dengan mertuanya, AMA (57), pada Sabtu malam.
Informasi mengenai meninggalnya SB disampaikan salah seorang tetangga korban. Menurutnya, SB sempat akan menjalani tindakan operasi pada Minggu pagi, namun rencana tersebut tidak terlaksana karena kondisinya memburuk.
“Pagi meninggal almarhum. Sempat mau dioperasi tadi pagi, cuma tidak jadi karena beliau sudah meninggal. Jenazah almarhum juga sudah dikebumikan oleh pihak keluarga,” ungkapnya.
Sebelumnya, pertikaian antara menantu dan mertua tersebut terjadi pada Sabtu malam di Lingkungan Barangmamase, Kelurahan Tanete, Kecamatan Cina.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, peristiwa tersebut bermula ketika SB diduga membakar sejumlah perabot di depan rumahnya.
Warga yang khawatir api membesar kemudian keluar dan berupaya memadamkan api. Namun, SB disebut tidak terima setelah mendapat teguran dan kemudian mengejar salah seorang warga.
Orang tua dari warga yang dikejar tersebut kemudian keluar dan berusaha menasihati SB.
Namun, beberapa saat kemudian, SB disebut kembali mendatangi rumah mertuanya, AMA. Dalam situasi tersebut, SB diduga menikam AMA menggunakan senjata tajam hingga mengenai bagian perut.
AMA kemudian melakukan perlawanan dengan mengambil sebilah parang dan menebas SB hingga mengalami luka pada bagian kepala.
Akibat pertikaian tersebut, keduanya mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. SB mengalami luka pada bagian luka teruka pada bagian kepala, dan luka terbuka pada bagian samping kanan kepala, sementara AMA mengalami luka tusuk pada bagian perut, luka pada telapak kaki dan luka terbuka pada kaki kanan dan masih menjalani perawatan di RSUD.
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ananda Gunawan, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang melibatkan dua orang tersebut di Kecamatan Cina.
Namun, hingga saat ini kepolisian menyebut belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.
“Benar ada kejadian penganiayaan tadi malam di Kecamatan Cina, namun hingga saat ini menurut anggota belum ada laporan resmi yang masuk,” ujar AKP Ananda.
Dengan meninggalnya SB, polisi masih perlu melakukan pendalaman untuk memastikan secara utuh rangkaian kejadian, termasuk kronologi pertikaian dan penyebab pasti meninggalnya SB.
Sementara itu, kondisi AMA setelah mendapatkan perawatan medis masih dalam penanganan pihak rumah sakit. Kasus tersebut masih dalam penanganan dan pendalaman aparat kepolisian. (*)










