Home / Bone / News

Soroti Efisiensi Anggaran, CEO PNG: Ini Bukan Solusi Tapi Masalah Baru

- Jurnalis

Selasa, 18 Februari 2025 - 16:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekho Wahyudi, (CEO Putra Noling Grup)

Ekho Wahyudi, (CEO Putra Noling Grup)

BONE,BONEKU.COM,– Seorang tokoh pemuda di Kabupaten Bone menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 29 Tahun 2025. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan jalan keluar untuk mensejahterahkan masyarakat Indonesia, justru berpotensi memperkeruh kehidupan sosial masyarakat.

“Kebijakan efisiensi anggaran ini mungkin bertujuan untuk penghematan, tetapi dampaknya bisa sangat luas. Masyarakat kelas bawah yang paling merasakan akibatnya,” ujar Eko Wahyudi, Selasa 18 Februari 2025

Baca Juga:  Klaim Kursi ke 10 Milik Demokrat, Tim Wahyu Herman Kawal Rekapitulasi Hingga Kabupaten

Lebih jauh CEO Putra Noling Grup ini juga mengatakan, pemangkasan anggaran di berbagai sektor berpotensi mengurangi program sosial yang selama ini menjadi penopang bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Ekho menilai bahwa tanpa kajian yang matang, kebijakan ini bisa memicu ketimpangan sosial yang lebih besar. “Harus ada keseimbangan antara efisiensi dan kesejahteraan rakyat. Jangan sampai kebijakan ini justru semakin menekan masyarakat kecil,” Tambahnya

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Seorang Tokoh Pemuda Yang Mendapat Posisi Penting di PKB

Untuk di Kabupaten Bone sendiri dengan adanya efisiensi anggaran ini tentu memiliki dampak yang besar untuk masyarakat kecil, kecuali ketika Bupati dan Wakil Bupati terpilih mampu mencari sumber anggaran lain untuk menutupi efisiensi anggaran yang ditetapkan pusat agar kehidupan berkelanjutan masyarakat kabupaten bone tetap stabil.

“Ini merupakan PR kita semua untuk menyelesaikan persoalan ini, karena ini akan lebih parah dari efisiensi anggaran pada zaman covid 19 kemarin” Tutupnya

Baca Juga:  Senam Bersama, Hilangkan Kejenuhan Keluarga Pasien Covid 19 di Rumah Singgah

Kebijakan KMK 29/2025 masih dalam tahap implementasi, dan berbagai pihak berharap ada evaluasi lebih lanjut agar tidak menimbulkan gejolak sosial di daerah. (*)

Berita Terkait

BerAmal Cup 1 Pecah! 43 Kabupaten/Kota dari 13 Provinsi Berebut Hadiah Rp300 Juta di Bone
Mahasiswa Demo di Mapolres Bone Soal BBM dan LPG, Kapolres: Laporkan Jika Temukan Pelanggaran, Tapi Harus Berbasis Data
Terima Bantuan Air Bersih, Warga Kalosi Maros: Terima Kasih Bantuannya Pak Gubernur
Bukan Pelaku Pencurian, MY-DMR Ungkap Kronologi HP Berujung di Tangan Mereka
Koperasi Awards 2026, Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara
Demi Menghemat Biaya, Karyawan SPBU di Bone Dirampas Hak Jaminan Sosialnya
Tim Monev Polda Sulsel Tinjau Kampung Tertib Lalu Lintas Bone — Cek Efektivitas & Kebutuhan Peningkatan Program
Tidur di Teras, HP Rp3,2 Juta Raib: Dua Terduga Pelaku Pencurian Dibekuk Resmob Polres Bone

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:50 WITA

BerAmal Cup 1 Pecah! 43 Kabupaten/Kota dari 13 Provinsi Berebut Hadiah Rp300 Juta di Bone

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:55 WITA

Mahasiswa Demo di Mapolres Bone Soal BBM dan LPG, Kapolres: Laporkan Jika Temukan Pelanggaran, Tapi Harus Berbasis Data

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:54 WITA

Terima Bantuan Air Bersih, Warga Kalosi Maros: Terima Kasih Bantuannya Pak Gubernur

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WITA

Koperasi Awards 2026, Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Demi Menghemat Biaya, Karyawan SPBU di Bone Dirampas Hak Jaminan Sosialnya

Berita Terbaru