Rekor Muri Mattompang Akbar 10 Ribu Bilah Tertunda, Bupati Targetkan Tahun Depan

- Jurnalis

Rabu, 9 April 2025 - 16:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE,BONEKU.COM,– Dalam rangka peringatan hari jadi bone ke-695 Pemerintah Kabupaten Bone menggelar kegiatan Mattompang Akbar 10 ribu bilah  yang digelar di Lapangan Merdeka Watampone, Rabu 9/4/2025.

Mattompang diketahui adalah pembersihan benda benda pusaka berupa senjata tajam, jenis badik, keris atau tombak, Proses pembersihan benda benda pusaka ini menggunakan air jeruk.

Dalam pelaksanaan mattompang Akbar 10 ribu bilah ini diikuti oleh ratusan peserta, baik dari Bone maupun luar daerah yang berada di Sulawesi, sebelumya rencana mattompang 10 ribu bilah ini ditargetkan rekor muri, namun hal itu tidak tercapai karena alasan keterbatasan anggaran.

Baca Juga:  Antrean BBM Jadi Sorotan, Bupati Bone Turun Langsung Pantau SPBU Camming

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dalam sambutannya mengatakan meski belum bisa rekor muri, namun kegiatan ini tetap mendapatkan apresiasi yang tinggi, karena kebersamaan masyarakat untuk menjaga kebudayaan masih tetap terjaga.

“Inilah kegiatan Budaya yang harus kita lestarikan. Insya Allah kegiatan ini akan dihelat kembali tahun depan lebih meriah lagi dengan melibatkan 100 ribu bilah,” Ungkap Andi Asman

Baca Juga:  Tidak Memiliki Izin, 2 THM di Bone Disegel Satpol PP

Sementara ketua panita mattompang akbar ini Andi Tenri Polojiwa saat dikonfirmasi setelah pelaksanaan mattompang Akbar ini mengatakan bahwa kegiatan mattompang 10 ribu bilah ini seharunya bisa masuk rekor muri namun karena adanya keterbatasan anggaran sehingga ditunda dulu sementara.

“Yang hadir ini ada sekitar 5000 peserta meraka datang dari desa-desa bahkan dari Sulselbar ada yang hadir, suatu kebanggaan mereka yang datang dari luar ini, bahkan ada yang sengaja datang sendiri dengan menggunakan biaya sendiri, jauh jauh ke bone untuk sama sama melestarikan kebudayaan bone,” Ucapnya (*)

Berita Terkait

Bayi Meninggal dalam Kandungan di Bone, Dokter RSUD Tenriawaru Bantah Ada Keterlambatan
Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Libureng Bone
Petani Cinennung Tak Perlu Lagi Bertaruh Melintasi Sungai, Kodim Bone Bangun Jembatan Beton
Nenek Gendong Jenazah Cucu Sambil Menangis, Penanganan Medis RSUD Tenriawaru Dipertanyakan
Harumkan Nama MAN 3 Bone, Amelia Raih Juara III di BerAmal Fest 2026
MTsN 3 Bone Mulai Langkah Nyata Menuju Madrasah Hijau, Gandeng DLH Sulsel dan Bone
Diburu hingga ke Pinrang, Terduga Spesialis Pencuri Rumah Kosong di Bone Ditangkap, Kerugian Korban Rp369 Juta
Malam-Malam Polisi Gerebek Lokasi Sabung Ayam di Bone, Sejumlah Arena Dimusnahkan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:39 WITA

Bayi Meninggal dalam Kandungan di Bone, Dokter RSUD Tenriawaru Bantah Ada Keterlambatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:58 WITA

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Libureng Bone

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:48 WITA

Nenek Gendong Jenazah Cucu Sambil Menangis, Penanganan Medis RSUD Tenriawaru Dipertanyakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:52 WITA

Harumkan Nama MAN 3 Bone, Amelia Raih Juara III di BerAmal Fest 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:31 WITA

MTsN 3 Bone Mulai Langkah Nyata Menuju Madrasah Hijau, Gandeng DLH Sulsel dan Bone

Berita Terbaru