BONE.BONEKU.COM, — Tim gabungan Resmob dan Sat Intelkam Polres Bone berhasil mengamankan tujuh orang terduga pelaku penyerangan terhadap seorang remaja berusia 14 tahun di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Korban diketahui bernama Fadel, yang diketahui masih berstatus pelajar dan merupakan anak dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Bone. Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus menjalani tindakan operasi.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu, 1 November 2026, sekitar pukul 03.20 Wita, di Jalan Mappadeceng, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.
Tujuh orang yang diamankan masing-masing berinisial IM (20), MFY (20), HA (17), FA (16), MR (20), FI (20), dan FZ (19).
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan dalam keterangan resminya menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari adanya laporan atas dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur.
Berdasarkan laporan yang masuk kejadian bermula saat korban bersama sejumlah temannya sedang duduk atau nongkrong di depan rumah salah seorang rekannya.
Tiba-tiba, dua unit mobil dan empat sepeda motor datang dan berhenti di depan rumah tersebut.
“Pada saat kejadian beberapa orang datang menyerang sebuah kelompok remaja yang sedang nongkrong, kemudian korban bernama Fadel menjadi sasaran dan berhasil ditangkap oleh para penyerang sebelum akhirnya dipukul,” Ujar Kasat Reskrim AKP Ananda.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami rasa sakit dan memar pada bagian wajah. Korban kemudian mendapatkan perawatan medis. Selain itu, korban juga mengalami luka di bagian kepala hingga harus menjalani operasi.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa empat unit telepon genggam dan satu unit sepeda motor.
Saat ini, tujuh orang yang diamankan masih menjalani proses penanganan oleh pihak kepolisian untuk mendalami peran masing-masing dalam aksi penyerangan tersebut.
“Saat ini ketujuh terduga pelaku sudah kami amankan di kantor, sementara penyidik masih mendalami peran masing masing pelaku,” Pungkasnya (*)










