BONEKU.COM-Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone, yang di gelar di Kantor DPRD Bone, jalan proklamasi, kecamatan tanete riattang barat rabu 30/5/2018, diwarnai adu mulut.

Bermula saat legislator DPRD dari fraksi PBB Saifullah latif, yang enggang menandatangani absensi, hingga menyebabkan molornya rapat karena tidak kourum (tidak memenuhi syarat), bersitegang dengan beberapa Anggota DPRD lainnya hingga naik di atas meja.

Baca Juga:  Perindo Serahkan Surat Dukungan Partai Ke Tafa'dal Jilid II...

Saifullah naik pitam, saat legislator asal Golkar A Atoro berteriak menyinggung fraksi yang tidak mau bertanda tangan rapat sebagai syarat quorum paripurna.

Kenapa datang kalau tidak mau bertanda tangan,” teriak A Atoro. Hal itu memicu reaksi dari Saipullah Latief.

Suasana menjadi memanas, dan beberapa anggota DPRD lainnya mencoba melerai, barulah sekira sejam kemudian suasana mulai kondusif dan rapatpun dilanjutkan.

Baca Juga:  Kejati Gandeng KPK Pantau Korupsi Di Sulselbar

Saat dikomfirmasi, Saifullah mengatakan, ini hanya dinamika dalam rapat, Karena kami memang sejak awal tidak menyetujui rekomendasi itu dengan walk out dalam rapat paripurna sebelumnya.

Menurut Saifullah, Partainya masih kukuh menolak LKPJ Pemkab Bone, karena sudah kadaluwarsa dan tidak sesuai dengan UU PP nomor 3 tahun 2017 jelasnya.(al87)