Kerja, Bukan NATO

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2020 - 10:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatang pinggir:Bahtiar Parenrengi

BONEKU.COM-Siang yang terik, tak membuat sebuah pendopo putih terasa panas. Suasana nan sejuk membuat saya betah. Betah ngobrol dengan pemiliknya. 
Sesekali pandangan saya tertuju pada beragam tanaman sayur yang berada didepan pendopo. Enak dipandang mata, karena terlihat subur dan hijau. 
Inilah cara saya memperkenalkan “rumah pangan”, seloroh pemilik pendopo, A. Asman Sulaiman (Kadis Ketahanan Pangan Bone). Dia tertawa sambil menunjuk beragam sayuran yang telah ditanam dengan areal yang tak begitu luas. 
Saya sedikit kaget ketika dia memaksa saya untuk menyambanginya. Jalan yang cukup berkelok diantara sejumlah rumah seolah tak meyakinkan saya untuk mendapatkan suasana sejuk. Tapi kenyataan berkata lain, pendopo yang tak jauh dari rumahnya telah menyodorkan nuansa lain. Berbagai tanaman sayur dipadu dua kolam ikan lele. 
                ***
Siang yang terik, mendatangkan inspirasi. Pikiran saya berkelana, untuk mewujudkan gagasan “rumah pangan”. 
Perlu kemauan. Perlu inisiatif. Perlu semangat kerja. Karena tanpa itu, niscaya bisa terwujud. Karena terkadang kita berada pada kondisi ‘manusia pemalas’. Kondisi dimana manusia tak mampu berbuat apa-apa. 
Padahal setiap keluarga di Indonesia sebenarnya bisa memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Pemenuhan pangan di antaranya lewat family farming.
Tak heran jika Asman, mengajak kita untuk melakukan Gerakan Ketahanan Pangan. Tak hanya mengajak, tapi Asman memberi contoh. Memberi bukti, dengan mendirikan “Rumah Pangan” diseputaran kediamannya. 
Hal lain, yang tak kalah menarik dengan menggandeng kelompok emak-emak untuk melek. Melek atau sadar bahwa pangan bisa berasal dari pekarangan. Sadar bahwa gizi bisa muncul dari pekarangan. Sadar bahwa uang bisa mengalir dari pekarangan. 
                ***
Siang yang terik tak membuat gerah. Secangkir teh tarik dipadukan pisang goreng dan jalangkote, membuat perbincangan terus mengalir. 
Gemercik air disamping pendopo menambah suasana kian adem. Sesekali saya melirik ribuan ikan lele yang berada didua kolam yang tak terlalu besar. Rasa ngiler untuk menyantapnya tentu belum bisa terwujud karena belum saatnya dipanen. 
Paling tidak, suasana dipendopo pangan itu telah mengobati kerinduan merasakan ikan lele goreng dengan tumis kangkung.
Di pendopo pangan siang itu, telah mengajarkan semangat kerja. Telah menyuntikkan imun, untuk lebih bersemangat bekerja. Salah satunya mewujudkan program
Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak masyarakat Indonesia melakukan Gerakan Ketahanan Pangan Nasional melalui konsep “Pangan dari Pekarangan”.
Sebab dengan begitu, selain bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara swadaya, tak menutup kemungkinan gerakan family farming juga mendukung gerakan lebih besar, yaitu Kemandirian Pangan.
Saya pun teringat kepada sejumlah sahabat yang telah memilih jadi petani. Ada Andi Singke, Andi Haeri, Andi Madeng, Yusuf, Hanuddin dan sejumlah lainnya. Mereka terlihat enjoi dan penuh semangat. Mereka adalah pekerja hebat. Kita juga berharap agar para pejabat kita memiliki semangat kerja. Inovatif serta menyodorkan jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi. Bukan hanya pintar dan banyak bicara. Kita tidak butuh orang NATO “No Action Talk Only”, tidak bekerja hanya bicara. NATO adalah lawan dari “sedikit bicara banyak kerja” atau “talk less do more”. Semoga.(*)
Baca Juga:  Menyongsong Satu Tahun Penyelenggaraan PILKADA, KPU gelar Pertunjukan Seni Budaya...

Berita Terkait

Perkuat Industri Gula Nasional, P3GI Tingkatkan Kompetensi SDM Kultur Jaringan
Di Balik Spektakulernya Bhayangkara Cup III, Firman Ungkap Terima Kasih untuk Semua Pihak
Niat Hati Hanya Menonton Balapan, Damrah Warga Panincong Justru Bawa Pulang Doorprize Umroh Bhayangkara Cup III
Dominasi Tiga Kategori, Athar Al Gifary Bersinar di AMS Racing Bhayangkara Cup III Soppeng
Gempar! Sambung Ayam di Salupangkan Diduga Dibekingi Oknum Polisi, Kapolres Mateng Ditantang Bettindak Tegas
Antrean BBM Kembali Mengular di SPBU Camming Bone, Sopir Keluhkan Waktu Terbuang
Bunda PAUD Sulsel Perkuat Kompetensi Guru, Transisi PAUD ke SD Harus Menyenangkan
AMS : Bhayangkara Cup III Bukan Sekedar Ajang Balap, Ekonomi Soppeng Ikut Bergerak

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:16 WITA

Perkuat Industri Gula Nasional, P3GI Tingkatkan Kompetensi SDM Kultur Jaringan

Selasa, 3 November 2026 - 09:00 WITA

Di Balik Spektakulernya Bhayangkara Cup III, Firman Ungkap Terima Kasih untuk Semua Pihak

Selasa, 3 November 2026 - 02:34 WITA

Niat Hati Hanya Menonton Balapan, Damrah Warga Panincong Justru Bawa Pulang Doorprize Umroh Bhayangkara Cup III

Minggu, 1 November 2026 - 19:43 WITA

Dominasi Tiga Kategori, Athar Al Gifary Bersinar di AMS Racing Bhayangkara Cup III Soppeng

Minggu, 1 November 2026 - 16:11 WITA

Gempar! Sambung Ayam di Salupangkan Diduga Dibekingi Oknum Polisi, Kapolres Mateng Ditantang Bettindak Tegas

Berita Terbaru