Bupati : Momentum Mengingat Sejarah Kejayaan Kerajaan Bone

- Jurnalis

Rabu, 7 April 2021 - 07:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WATAMPONE- Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Bone menggelar ritual adat Mattompang Arajang atau Membersihkan benda-benda Pusaka Peninggalan Kerajaan Bone
Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Kompleks Rujab Bupati Bone, Jl Petta Poenggawa, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Rabu (7/4/2021).
Mattompang  Arajang masih merupakan rangkaian Hari Jadi Bone(HJB) ke-691 tahun.
Adapun benda-benda yang disucikan diantaranya Latea Riduni, Lamakkawa, Lasalaga, Teddung Pulaweng, dan Sembang Pulaweng, dan benda kerajaan lainnya peninggalan Raja Bone Ke-15 Arung Palakka.
Benda-benda kerajaan itu tersimpan dengan baik di Museum Arung Palakka (Museum Arajange) yang berada di Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone.
Bapak Bupati Dr. H. A Fahsar M Padjalangi mengucapkan terima kasih kepada pejabat dan tokoh asal Bone menghadiri Mattompang Arajang.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bone mengucapkan terima kasih atas kesediaan untuk hadir secara bersama-sama di Bumi Arung Palakka, betapa besar tepedulian terhadap kabupaten Bone wujud nyata sinergitas positif dalam proses penyelenggaraan pemerintahan,” kata Bapak Bupati Bone.
Lanjut Bapak Bupati, dampak pandemi Covid 19 mempengaruhi seluruh sektor termasuk Peringatan Hari Jadi Bone yang tidak dilaksanakan tahun 2020 yang lalu.
“Namun tahun ini dilaksanakan sangat sederhana dengan protokol kesehatan serta tetap mempertahankan nuansa kebersamaan untuk mengingat sejarah history kejayaan Kerajaan Bone di masa lampau,” kata Bupati Bone.
Dia menyebutkan Momen Mattompang Arajang dilaksanakan sebagai momentum merefleksikan kerajaan Bone masa lampau tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga hampir di beberapa bagian dunia mengenal bahkan memiliki sejarah dengan kerajaan Bone.
“Prosesi Mattompang Arajang rutin dilaksanakan setiap tahunnya dimulai tahun 1990 prosesi untuk membersihkan pusaka Kerajaan Bone, Perlu kami tegaskan bahwa Mattompang Arajang bukan untuk mengkultuskan benda benda pusaka yang diwariskan kepada kami,” tambahnya.
“Namun ini merupakan bentuk penghargaan kepada leluhur atas kebesaran yang mereka raih dan salah satu kegiatan untuk menjaga tradisi bugis,” tegas Bupati Bone.
Sementara itu Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menyebutkan, menyampaikan beberapa program pembangunan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi serta Pemkab Bone. Demikian juga terkait rencana program ke depan.
Diantaranya yang disampaikan pembangunan jalan dan jembatan, pengembangan bandara di Bone, bantuan keuangan Rp 200 miliar serta program vaksinasi serta kebijakan yang diambil pemerintah jelang Ramadhan seperti mengizinkan untuk salat Tarawih dengan syarat protokol kesehatan serta rencana sekolah tatap muka secara terbatas.
“Pembangunan yang kami lalukan berbasis 
kebutuhan. Dan yang paling penting dan diraskaan dengan baik,” tegasnya.
Ia menyampaikan pesan kearifan lokal melalui sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi, serta saling mendungkung. Adapun maknanya, Sipakatau berarti saling memanusiakan, sipakainge berarti saling mengingatkan agar setiap individu terhindar dari perbuatan menyimpang, dan sipakalebbi berarti saling mengahargai serta saling memuji satu sama lain.
Sebagai pemimpin di Sulsel harus memberikan pekayanan kepada rakyat. Sehingga dukungan diperlukan untuk sama-sama melakukan perbaikan di Sulsel.
“Kami sekarang adalah pelayan rakyat. Kami mencoba bersama-sama memperbaiki. Saya ingin memperbaiki, bahwa tidak perlu mengenang saya, tetapi pekerjaan kita kerjakan secara bersama,” ucapnya.
Mattompang Dihadiri Tokoh Sulsel dan Tokoh Poliitk
Ritual adat Mattompang Arajang rangkaian HJB ke-691 tahun ini dihadiri tokoh Sulsel dan tokoh politik.
.
Hadir, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam.
Ada pula anggota DPR RI, Andi Rio Idris Padjalangi serta anggota DPRD Provinsi Sulsel yang putra daerah Bone.
Selain itu hadir Bupati dan Wakil Bupati baik dari Sulsel dan luar Sulsel. Ada Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong, Wakil dan Bupati Wajo, Amran.
Hadir pula Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas’ud, Wakil Bupati Kartanegara, Rendi Sholihin, Wakil Bupati Tanah Bumbu, Muhammad Rusli.(*)
Baca Juga:  Bupati Fahsar Launcing Buku KATOBBAH Pangadereng...

Berita Terkait

Berusaha Redam Keributan, Anggota Polri Malah Dikeroyok, Enam Pemuda Kini Ditangkap Polisi
Warga Sibulue Taklukkan Buaya Muara 3 Meter Diduga Masih Ada Satu Ekor Lebih Besar Berkeliaran
Gerakan Ayah Mengantar Anak, Pemkab Soppeng Terapkan Setara Presensi Bebas Radius
PHRI Sulsel: HKG PKK ke-54 dan 46 Tahun Dekranas Angkat Okupansi Hotel hingga Dua Kali Lipat
Selisih Ratusan Juta Bantuan CSR Bank Sulselbar, Pihak Bank Belum Beri Penjelasan Rinci
Aspirasi WIB, RDP DPRD Bahas CSR Bone, Perbup Belum Terbit 7 Tahun
Banjir Sungai Baliase, Masamba, dan Rongkong Jadi Fokus Sidang TKPSDA
Pria Ditemukan Meninggal di Pinggir Sawah, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:16 WITA

Berusaha Redam Keributan, Anggota Polri Malah Dikeroyok, Enam Pemuda Kini Ditangkap Polisi

Senin, 13 Juli 2026 - 18:47 WITA

Warga Sibulue Taklukkan Buaya Muara 3 Meter Diduga Masih Ada Satu Ekor Lebih Besar Berkeliaran

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:54 WITA

Gerakan Ayah Mengantar Anak, Pemkab Soppeng Terapkan Setara Presensi Bebas Radius

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:30 WITA

PHRI Sulsel: HKG PKK ke-54 dan 46 Tahun Dekranas Angkat Okupansi Hotel hingga Dua Kali Lipat

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:24 WITA

Selisih Ratusan Juta Bantuan CSR Bank Sulselbar, Pihak Bank Belum Beri Penjelasan Rinci

Berita Terbaru