BONE,BONEKU.COM,– 2 hari Tim Sar gabungan yang terdiri dari Basarnas, Sar Brimob, Satpol PP, Polair, dan Potensi Sar melakukan pencarian korban tenggelam di perairan pesisir bajoe.

Dalam 2 hari pencarian tersebut berdasarkan pantauan di TKP  Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tak kunjung kelihatan, entah kenapa namun sangat disayangkan ketika ada kejadian seperti ini BPBD tidak ikut turun tangan padahal ini sudah menjadi tugas pokok instansi tersebut.

Baca Juga:  Fahsar: Pilkada Sukses, warga harus Pergi Mencoblos

Ketua Wartawan Independen Bone (WIB) Eka Handayani yang dimintai tanggapan soal lambannya Tim SAR BPBD menangani adanya kejadian yang membahayakan keselamatan manusia sangat menyayangkan hal itu, Dia mengatakan BPBD itukan digaji oleh rakyat jadi ketika ada kejadian yang membahayakan rakyat seharusnya Instansi ini lah yang paling cepat menangani.

“Entah apa yang membuat BPBD Bone lamban menangani ketika ada terjadi seperti ini, padahal kan mereka memiliki peralatan lengkap dan juga tentu skil dan kemampuan personilnya, jadi tidak ada alasan untuk tidak ikut terlibat, itukan sudah tupoksinya,” Geram Eka

Baca Juga:  Speed Racing Bone, Gelar Bukan Bergaya Part Ill...

Lebih jauh dia mengatakan bahwa di BPBD ada yang namanya Tim Reaksi Cepat (TRC) tapi sayangnya kenyataannya di lapangan tidak sesuai dengan namanya. ” Andai saja orang yang sudah sekarat membutuhkan pertolongan TRC mungkin orang ini sudah meningga,” Sambungnya

Terpisah PLT Kalaksa BPBD Bone Anwar yang dikonfirmasi terkait ketidakterlibatan TRC BPBD terhadap salah satu penumpang kapal Ferry tujuan ke Kolaka yang dilaporkan lompat ke laut dan sampai saat ini belum ditemukan, Anwar mengatakan bahwa pihaknya bukan tidak ingin terlibat cuma ada kendala teknis yang terjadi.

Baca Juga:  Lautan Manusia Penuhi Lapangan Merdekan Nobar Indonesia VS Uzbekistan

“Hari pertama saya sudah perintahkan bergabung tapi terkendala teknis, tapi Insya Allah besok pagi bergabung bersama peralatan yang sudah safety” Ujarnya (*)