WIB Soroti Kinerja TRC BPBD Yang Lamban Tangani Korban Tenggelam

- Jurnalis

Sabtu, 1 Juni 2024 - 19:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eka Handayani Ketua Umum Wartawan Independen Bone (WIB)

Eka Handayani Ketua Umum Wartawan Independen Bone (WIB)

BONE,BONEKU.COM,– 2 hari Tim Sar gabungan yang terdiri dari Basarnas, Sar Brimob, Satpol PP, Polair, dan Potensi Sar melakukan pencarian korban tenggelam di perairan pesisir bajoe.

Dalam 2 hari pencarian tersebut berdasarkan pantauan di TKP  Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tak kunjung kelihatan, entah kenapa namun sangat disayangkan ketika ada kejadian seperti ini BPBD tidak ikut turun tangan padahal ini sudah menjadi tugas pokok instansi tersebut.

Baca Juga:  Rawan Kecelakaan, PNG Siapkan Lampu Jalan di Perempatan Urip-Dr Wahidin

Ketua Wartawan Independen Bone (WIB) Eka Handayani yang dimintai tanggapan soal lambannya Tim SAR BPBD menangani adanya kejadian yang membahayakan keselamatan manusia sangat menyayangkan hal itu, Dia mengatakan BPBD itukan digaji oleh rakyat jadi ketika ada kejadian yang membahayakan rakyat seharusnya Instansi ini lah yang paling cepat menangani.

“Entah apa yang membuat BPBD Bone lamban menangani ketika ada terjadi seperti ini, padahal kan mereka memiliki peralatan lengkap dan juga tentu skil dan kemampuan personilnya, jadi tidak ada alasan untuk tidak ikut terlibat, itukan sudah tupoksinya,” Geram Eka

Baca Juga:  Terobos Genangan Air, Bupati Bone Pantau Evakuasi Korban Banjir

Lebih jauh dia mengatakan bahwa di BPBD ada yang namanya Tim Reaksi Cepat (TRC) tapi sayangnya kenyataannya di lapangan tidak sesuai dengan namanya. ” Andai saja orang yang sudah sekarat membutuhkan pertolongan TRC mungkin orang ini sudah meningga,” Sambungnya

Terpisah PLT Kalaksa BPBD Bone Anwar yang dikonfirmasi terkait ketidakterlibatan TRC BPBD terhadap salah satu penumpang kapal Ferry tujuan ke Kolaka yang dilaporkan lompat ke laut dan sampai saat ini belum ditemukan, Anwar mengatakan bahwa pihaknya bukan tidak ingin terlibat cuma ada kendala teknis yang terjadi.

Baca Juga:  Jembatan Gantung Desa Pallawa Tellulimpoe Putus Akibat Banjir

“Hari pertama saya sudah perintahkan bergabung tapi terkendala teknis, tapi Insya Allah besok pagi bergabung bersama peralatan yang sudah safety” Ujarnya (*)

Berita Terkait

Kebakaran Hebat di Bone, 11 Rumah Panggung Ludes Dilalap Api, Warga Sebut Ada Korban Jiwa
Modus Penyalahgunaan Bergeser, ‘Pa’sedot’ Jadi Tantangan Baru Pengawasan Satgas
Musda PPI Soppeng, Wabup Selle : Organisasi Ini Memiliki Sistem Kaderisasi yang Jelas
PWRI Ponre Resmi Dikukuhkan, Bupati Bone Dorong Purnabakti Tetap Aktif Berkontribusi
Operasi Antik Lipu 2026, Polres Bone Ungkap 13 Kasus dan Amankan 19 Tersangka dalam 2×24 Jam
Suasana SPBU Labuaja Mendadak Tegang, Warga Diduga Dianiaya hingga Luka di Wajah
Mobil Dinas Diduga Serobot Antrean BBM, Satgas: Isi Pertamax Jadi Tidak Perlu Antre
Kapolsek Bontocani Gandeng Baznas Bone Bedah Rumah Warga Pelosok, Kisah Keluarga Rasli Tuai Perhatian

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:06 WITA

Kebakaran Hebat di Bone, 11 Rumah Panggung Ludes Dilalap Api, Warga Sebut Ada Korban Jiwa

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WITA

Modus Penyalahgunaan Bergeser, ‘Pa’sedot’ Jadi Tantangan Baru Pengawasan Satgas

Sabtu, 12 September 2026 - 13:04 WITA

Musda PPI Soppeng, Wabup Selle : Organisasi Ini Memiliki Sistem Kaderisasi yang Jelas

Jumat, 11 September 2026 - 18:57 WITA

Operasi Antik Lipu 2026, Polres Bone Ungkap 13 Kasus dan Amankan 19 Tersangka dalam 2×24 Jam

Jumat, 11 September 2026 - 17:28 WITA

Suasana SPBU Labuaja Mendadak Tegang, Warga Diduga Dianiaya hingga Luka di Wajah

Berita Terbaru