BONE.BONEKU.COM,– Hampir tiga pekan terakhir, pasokan LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Bone mengalami kelangkaan. Kondisi ini tidak hanya membuat ibu rumah tangga resah, tetapi juga para kepala keluarga yang ikut kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Menanggapi situasi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan perhatian serius dengan menambah pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 38.640 tabung selama periode 12 hingga 21 Januari 2026. Penambahan kuota ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk menstabilkan ketersediaan gas di pasaran.
Bahkan, guna mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina juga menyalurkan LPG di hari libur, tepatnya pada 16 Januari 2026, dengan total 24.080 tabung khusus untuk wilayah Kabupaten Bone.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar VI Gas, Wahyu Purwatmo, menegaskan bahwa seluruh agen dan pangkalan telah diarahkan untuk menyalurkan LPG sesuai wilayah kerja masing-masing, khususnya di Kabupaten Bone.
“Tujuannya jelas, agar masyarakat Bone tetap mendapatkan LPG subsidi yang mereka butuhkan,” ujar Wahyu dalam keterangannya resminya, Minggu (25/1/2026).
Wahyu menambahkan, distribusi LPG dari agen ke pangkalan terus dipantau secara ketat. Pertamina memastikan seluruh alokasi LPG subsidi disalurkan sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Terkait dugaan adanya pengalihan distribusi LPG ke luar wilayah Bone, termasuk ke Kabupaten Wajo, Pertamina mendorong penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum guna menertibkan pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Sulawesi, T. Muhammad Rum, menegaskan bahwa Pertamina secara aktif mendukung upaya penertiban dengan menyediakan data penyaluran serta memastikan pemenuhan pasokan agar subsidi tepat sasaran.
Selain itu, Pertamina terus melakukan evaluasi dan monitoring distribusi LPG 3 kilogram serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna menjaga ketersediaan stok tetap aman dan terkendali.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan LPG subsidi secara bijak, tidak berlebihan, serta hanya diperuntukkan bagi sektor yang berhak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Diketahui, kelangkaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Bone telah terjadi sejak akhir Januari 2026 dan hingga pertengahan Februari 2026 kondisi tersebut masih berlanjut. Di tengah kelangkaan, harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer dilaporkan mengalami kenaikan signifikan, dari sebelumnya sekitar Rp21 ribu per tabung menjadi Rp35 ribu per tabung. (*)
Editor : Admin Redaksi
Sumber Berita: BONEPOS.COM











