Knalpot Dicuri Saat Sholat, Korban Pasrah Tidak Melapor Karena KUHP Baru

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AWAMPONE, BONEKU.COM — Seorang warga Desa Lappoase, Kecamatan Awampone, harus menelan pil pahit sekaligus kepasrahan setelah knalpot sepeda motor miliknya hilang dicuri. Peristiwa nahas ini terjadi saat ia sedang khusyuk melaksanakan ibadah Sholat Subuh di masjid setempat, Selasa (26/5/2026).

 

Kronologi kejadian bermula ketika korban memarkirkan sepeda motornya di halaman parkiran masjid, seperti yang biasa ia lakukan setiap subuh untuk menunaikan sholat berjamaah. Kendaraan ditinggalkan dalam keadaan terkunci, dan tidak terlihat ada tanda-tanda yang mencurigakan di sekitar lokasi saat itu. Namun, rasa kaget dan kecewa langsung menghampiri korban begitu ia selesai beribadah dan kembali ke tempat parkir. Bagian belakang motor yang seharusnya terpasang knalpot, kini terlihat kosong melompong. Barang tersebut diduga dibawa kabur oleh maling dalam waktu singkat saat korban berada di dalam masjid.

Baca Juga:  Satpol PP Bone Gelar Rakor Evaluasi Kinerja

 

Tidak punya pilihan lain, korban yang diketahui bernama H. Yunus ini pun terpaksa harus mengendarai motornya dalam kondisi tanpa knalpot, menimbulkan suara bising yang memecah keheningan pagi itu.

 

Awalnya, korban berniat melaporkan kejadian ini ke kantor kepolisian setempat untuk mencari keadilan. Namun, niat itu pun akhirnya dibatalkan. Hal ini bukan karena ia tidak mau, melainkan berdasarkan pengalaman dan cerita dari warga lain yang pernah mengalami hal serupa.

 

Menurut penuturan korban, banyak warga yang bercerita bahwa laporan pencurian dengan nilai kerugian yang tidak terlalu besar kini sulit diterima atau ditolak oleh pihak kepolisian. Hal ini dikaitkan dengan berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru. Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan warga, aturan baru tersebut mengubah cara penanganan kasus, sehingga laporan serupa sering kali tidak bisa diproses secara hukum, melainkan hanya diarahkan sekadar membuat surat aduan saja tanpa kejelasan tindak lanjut.

Baca Juga:  Patut Ditiru!! Brimob Bone Rutin Berinfaq Melalui Zakat Profesi Setiap Awal Bulan

 

Mendengar pengalaman dari tetangga dan warga sekitar yang sudah-sudah, korban akhirnya memilih mengurungkan niatnya untuk melapor ke polisi. Ia merasa percuma jika harus bersusah payah datang namun laporannya justru tidak akan diterima atau diproses lebih lanjut.

 

“Saya sudah tanya ke tetangga yang pernah kehilangan barang juga. Katanya sekarang susah lapor ke polisi karena ada aturan KUHP baru, laporannya malah nggak diterima atau cuma disuruh bikin aduan doang. Akhirnya saya urungkan niat saya lapor, saya cuma bisa pasrah menerima nasib saja,” ungkap H. Yunus dengan nada kecewa.

Baca Juga:  Ribuan Warga Bone Hadiri Pesta Rakyat Di Takku...

 

Kejadian ini pun menjadi sorotan warga sekitar. Banyak yang mengaku khawatir keamanan lingkungan akan semakin terancam. Pasalnya, warga merasa perlindungan hukum seolah berkurang, sementara para pelaku pencurian semakin berani berbuat jahat karena dianggap memiliki celah hukum dan risiko yang kecil untuk ditindak.

 

Hingga berita ini diturunkan, knalpot motor milik korban belum ditemukan, dan kasus ini pun berakhir begitu saja tanpa adanya proses hukum apa pun.(*)

Penulis : Achyl

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi Wartawan dan Informasi Pembangunan
Jelang Bhayangkara Cup III 2026, Tim Pangeran05 McJoe Resmi Tiba di Soppeng
Balapan Seru, Hadiah Umrah! Bhayangkara Cup III Digelar 31 Oktober–1 November 2026
Di Bawah Kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman, Inovasi Apartemen Ikan Tembus Lima Besar SDGs Action Awards 2026
Gerak Cepat Resmob Polres Soppeng, Terduga Pelaku Pembakaran Pasar Batu-Batu Diamankan
Bocah 14 Tahun Sopiri Mobil-Tabrak Pemotor hingga Tewas, Kasat Lantas Polres Bone Minta Orang Tua Bijak
Perkuat Sinergi Kelembagaan, Sulsel Ikuti Rapat Tata Kelola Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu
Cekcok Saat Live TikTok Berujung Duel Tombak dan Parang di Lonrae, Dua Orang Dilarikan ke RS

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:42 WITA

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi Wartawan dan Informasi Pembangunan

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WITA

Jelang Bhayangkara Cup III 2026, Tim Pangeran05 McJoe Resmi Tiba di Soppeng

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:39 WITA

Balapan Seru, Hadiah Umrah! Bhayangkara Cup III Digelar 31 Oktober–1 November 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:38 WITA

Di Bawah Kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman, Inovasi Apartemen Ikan Tembus Lima Besar SDGs Action Awards 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:59 WITA

Gerak Cepat Resmob Polres Soppeng, Terduga Pelaku Pembakaran Pasar Batu-Batu Diamankan

Berita Terbaru