BKAD Sulsel Bantah Isu Utang Rp705 Miliar, Sebut Informasi yang Beredar Hoaks

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR.BONEKU.COM, — Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan memberikan penjelasan terkait angka sekitar Rp705 miliar yang muncul dalam pemberitaan mengenai kewajiban keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala BKAD Sulsel, Reza Faisal Saleh, menjelaskan bahwa angka tersebut bukan merupakan angka kewajiban yang tercantum dalam dokumen pemaparan resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Tahun Anggaran 2025.

Baca Juga:  Sulsel Dorong Daerah Percepat Perda Kabupaten/Kota Sehat

Menurutnya, angka tersebut merupakan hasil penafsiran yang menggabungkan sejumlah komponen dengan status yang berbeda. Di dalamnya terdapat kewajiban transfer kepada pemerintah kabupaten/kota yang sebagian telah disalurkan pada tahun 2026 dan sebagian lainnya telah direncanakan penyelesaiannya sesuai kemampuan fiskal daerah.

Selain itu, terdapat komponen usulan dana sharing iuran BPJS yang hingga saat ini masih dalam proses verifikasi dan validasi. Karena proses tersebut belum selesai, nilai usulan tersebut belum dapat ditetapkan maupun dicatat sebagai kewajiban pemerintah daerah.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager di Pangkep

“Hasil verifikasi sementara menunjukkan nilai yang dapat diakui jauh lebih kecil dibandingkan nilai usulan yang diajukan. Oleh karena itu, diperlukan penyelesaian proses verifikasi dan validasi sebelum dapat ditetapkan secara definitif,” ujar Reza.

BKAD menegaskan bahwa pengelolaan dan penyelesaian kewajiban daerah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta mempertimbangkan kondisi fiskal daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  Kenapa Program Jalan MYP Sulsel Disebut Pembangunan Infrastruktur Paling Berdampak? Ini Penjelasan Ahli

“Pemprov Sulsel terus berupaya menjaga kesehatan fiskal daerah sekaligus memastikan pelaksanaan pelayanan publik dan pembangunan tetap berjalan optimal,” tutup Reza. (*)

Berita Terkait

Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Ajak Orang Tua Dukung Anak Aktif Berpramuka Bangun Karakter Sejak Dini
Pemprov Sulsel Dorong Kabupaten/Kota Gunakan Bajubodo untuk Pengadaan Produk UMKM
Komisi X DPR RI Serap Aspirasi di Sulsel, Fatmawati Rusdi Tekankan Pelestarian dan Revitalisasi Situs-situs Kebudayaan
Pembangunan Ruas Jalan Batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah Dimulai, Bupati Maros dan Camat Sampaikan Apresiasi Mewakili Warga
Pemprov Sulsel dan Bank Indonesia Perkuat UMKM Ekspor melalui Program REWAKO, Onstar Pop Farm Kirim Kemiri ke Jeddah
Gubernur Andi Sudirman Wujudkan Harapan Warga Maros, Pembangunan Ruas Moncongloe Resmi Dimulai
Pemprov Sulsel Perkuat Kualitas Data, ASN Diskominfo Ikuti Bimtek Metadata dan Rekomendasi Statistik
Rakor PM-AAS, Kementan dan Pemda di Sulsel Perkuat Sinergi Menuju Swasembada Pangan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 07:13 WITA

Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Ajak Orang Tua Dukung Anak Aktif Berpramuka Bangun Karakter Sejak Dini

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:52 WITA

Pemprov Sulsel Dorong Kabupaten/Kota Gunakan Bajubodo untuk Pengadaan Produk UMKM

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:39 WITA

Komisi X DPR RI Serap Aspirasi di Sulsel, Fatmawati Rusdi Tekankan Pelestarian dan Revitalisasi Situs-situs Kebudayaan

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:13 WITA

Pembangunan Ruas Jalan Batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah Dimulai, Bupati Maros dan Camat Sampaikan Apresiasi Mewakili Warga

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:10 WITA

Pemprov Sulsel dan Bank Indonesia Perkuat UMKM Ekspor melalui Program REWAKO, Onstar Pop Farm Kirim Kemiri ke Jeddah

Berita Terbaru