Tangis Keluarga Pecah, Operator Excavator yang Tewas Tertimbun Longsor di Bone Tinggalkan Istri dan Dua Anak yang Masih Kecil

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pemakaman almarhum Irfan, Jumat, 24 Juli 2026

Suasana pemakaman almarhum Irfan, Jumat, 24 Juli 2026

BONE.BONEKU.COM – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Irfan (32), operator alat berat yang meninggal dunia akibat tertimbun longsoran tanah dan batu di lokasi tambang galian C di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat pagi (24/7/2026).

Di balik peristiwa tragis itu, tersimpan kisah pilu sebuah keluarga yang kini harus kehilangan sosok kepala rumah tangga sekaligus tulang punggung keluarga.

Irfan selama ini bekerja sebagai operator excavator untuk memenuhi kebutuhan hidup istrinya, Husni, serta dua anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Kepergiannya yang begitu mendadak meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Sang istri yang pagi itu masih sempat mengantar suaminya berangkat bekerja, hanya beberapa jam kemudian harus menerima kabar bahwa orang yang dicintainya telah meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

Baca Juga:  Tabrakan Dengan Truk, Staf DPRD Bone Tewas...

Kerabat korban, Erik, mengatakan Irfan telah menggeluti profesi sebagai operator alat berat selama lebih dari satu dekade. Sebelum menjadi operator excavator, almarhum sempat bekerja sebagai sopir truk.

“Sudah lebih dari 10 tahun dia jadi operator excavator. Sebelumnya dia sempat membawa mobil truk, baru kemudian menjadi operator alat berat,” ujar Erik saat dihubungi, Jumat malam, 24/7/2026.

Menurut Erik, kondisi Husni hingga kini masih sangat terpukul dan belum mampu menerima kenyataan bahwa suaminya telah pergi untuk selama-lamanya.

“Istrinya bernama Husni. Mereka punya dua anak yang masih kecil, masih sekolah dasar. Kondisi istrinya sangat terpukul karena pagi tadi masih melihat suaminya berangkat kerja. Tidak lama kemudian malah mendapat kabar duka,” katanya.

Di tengah kesedihan keluarga, muncul cerita yang membuat kerabat semakin tak kuasa menahan haru.

Baca Juga:  Irjen Pol Yudhiawan Gantikan Irjen Andi R Djajadi Sebagai Kapolda Sulsel

Menurut Erik, beberapa hari terakhir Irfan beberapa kali mengucapkan kalimat yang belakangan dianggap sebagai isyarat kepergiannya.

Kala itu, tidak ada seorang pun yang mengira ucapan tersebut akan menjadi kenyataan.

“Menurut cerita istrinya, beberapa hari ini dia sering bilang kalau dia akan pergi jauh dan tidak akan kembali. Tapi tidak ada yang menyangka kalau maksudnya seperti ini,” ungkap Erik.

Malam sebelum kecelakaan, Irfan juga menunjukkan sikap yang berbeda dari biasanya.

Sepulang melayat salah seorang tetangga yang meninggal dunia, ia masih sempat berkumpul dan bermain domino bersama warga sekitar.

Namun, menurut keluarga, malam itu Irfan lebih banyak diam.

“Tadi malam setelah pulang melayat dia sempat main domino dengan tetangga. Tapi dia tidak seperti biasanya. Biasanya dia humoris, suka bercanda, menghidupkan suasana. Malam itu dia justru lebih banyak diam,” tutur Erik.

Baca Juga:  Operator Eskavator Tewas Tertimbun Longsor Saat Bekerja di Tambang Galian C di Bone

Kecelakaan yang merenggut nyawa Irfan terjadi saat ia mengoperasikan excavator di lokasi tambang galian C di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.

Material tanah bercampur batu tiba-tiba longsor dan menimbun korban. Meski para pekerja sempat berusaha melakukan penyelamatan, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kini, suara mesin excavator yang selama bertahun-tahun menjadi sumber nafkah keluarga telah berhenti untuk selamanya.

Yang tersisa hanyalah kenangan seorang ayah yang setiap hari berjuang mencari nafkah demi masa depan istri dan dua anaknya.

“Kepada semua kerabat dan rekan-rekan Almarhum, kami sekeluarga memohon doanya dan memafkan semua salah dan hilaf yang pernah dibuat almarhum semasa hidupnya, semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisinya,Amin” Kuncinya. (*)

Berita Terkait

Dugaan Praktik Pelansiran Disorot, Pengguna Truk Keluhkan Pembatasan Solar di SPBU Pakkasalo
Dari Dunia Advokat ke Kursi Hakim Agung, Dhifla Wiyani Bawa Pengalaman Panjang di Bidang Hukum
Pasca Gempa M7,7, Polres Sikka Bergerak Cepat Tangani Dampak dan Evakuasi Korban
73 Paskibraka Sulsel Resmi Dikukuhkan, Siap Tuntaskan Amanah di HUT ke-81 RI
Antrian Panjang vs. Pengalihan Ilegal: Kelangkaan Solar di Bone
Dukung Aktivitas Warga, Wakapolda Sulsel Resmikan Jembatan Hasil Karya Batalyon C Pelopor
Upah Tak Kunjung Dibayar, Ratusan Buruh Sekolah Rakyat Jalan Kaki 9 Kilometer ke Polres Bone
Proyek Sekolah Rakyat di Bone Telan Rp230 Miliar, Ratusan Buruh Justru Menjerit, Upah 3 Minggu Belum Dibayar

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:05 WITA

Dugaan Praktik Pelansiran Disorot, Pengguna Truk Keluhkan Pembatasan Solar di SPBU Pakkasalo

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Dari Dunia Advokat ke Kursi Hakim Agung, Dhifla Wiyani Bawa Pengalaman Panjang di Bidang Hukum

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:42 WITA

Pasca Gempa M7,7, Polres Sikka Bergerak Cepat Tangani Dampak dan Evakuasi Korban

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:25 WITA

73 Paskibraka Sulsel Resmi Dikukuhkan, Siap Tuntaskan Amanah di HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:05 WITA

Antrian Panjang vs. Pengalihan Ilegal: Kelangkaan Solar di Bone

Berita Terbaru