BONE.BONEKU.COM – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, selama beberapa bulan terakhir mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian. Ratusan hektare lahan persawahan mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air dan terancam gagal panen.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone bergerak cepat dengan mengerahkan tim gabungan untuk menyalurkan air ke lahan pertanian yang terdampak. Tim tersebut terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), serta Dinas Sosial Kabupaten Bone.
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, setelah menerima banyak laporan dan keluhan dari para petani yang sawahnya mulai mengering akibat kemarau panjang.
Di Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, petugas terlihat menggunakan armada mobil tangki untuk menyuplai air ke saluran irigasi maupun langsung ke petak-petak sawah yang mengalami kekurangan air.
Kondisi kekeringan yang berkepanjangan membuat tanaman padi membutuhkan pasokan air tambahan agar tetap dapat tumbuh dengan baik. Apabila tidak segera ditangani, lahan pertanian yang terdampak dikhawatirkan mengalami gagal panen dan berpotensi merugikan para petani.
“Tadi pagi ada sekitar 2 hektar yang dialiri air ke sawah petani, karena berdasarkan pantauan kami dilokasi memang sangat memprihatikan, tanahnya sudah retak, sementara padi sudah berbuah,” Ujar Muh, Nur Fajar Kabid Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Bone, saat diwawancarai, Jumat, 7/8/2026.
Selain melakukan distribusi air, Pemerintah Kabupaten Bone juga terus memantau perkembangan kondisi lahan pertanian di sejumlah kecamatan yang terdampak kemarau. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan dapat berjalan efektif sekaligus meminimalkan risiko kerugian yang dialami petani.
Pemerintah berharap langkah darurat ini mampu mempertahankan produktivitas tanaman padi hingga memasuki masa panen serta menjaga ketahanan pangan daerah di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. (*)










