Diduga Dipicu Keributan di Penginapan, Pria di Bone Dikejar hingga Depan Kantor DPRD

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE.BONEKU.COM,–  Keributan yang bermula di sebuah penginapan berujung penganiayaan di depan Kantor DPRD Kabupaten Bone, Jalan Kompleks Stadion, Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Sulawesi Selatan, Selasa (13/10/2026) dini hari.

Dalam peristiwa tersebut, seorang pria bernama Didi Haryadi (28), warga Kelurahan Maroanging, Kecamatan Sibulue, mengalami luka pada bagian pelipis dan mulut. Korban dilaporkan tertabrak sepeda motor saat dikejar sejumlah orang, sebelum kembali mengalami pemukulan ketika terjatuh.

Polisi telah mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut, masing-masing berinisial IF (25), warga Kecamatan Palakka, dan WW (34), warga Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.

Keduanya diamankan sekitar pukul 01.00 Wita setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai keributan di sekitar Stadion Lapatau, tepatnya di depan Kantor DPRD Bone.

Kapolsek Tanete Riattang AKP Budiawan melalui Panit Opsnal, Ipda Muhammad Nasrum, menjelaskan bahwa pihaknya bersama tim Resmob dan Intelkam Polres Bone bergerak ke lokasi setelah menerima informasi tersebut.

Baca Juga:  100 Personel Polres Bone Raih Kenaikan Pangkat

Menurut keterangan Ipda Muhammad Nasrum, peristiwa itu bermula ketika Didi bersama rekannya, Riko (21), mendatangi Bola Toba Homestay di Jalan Hos Cokroaminoto, Lorong 2. Keduanya disebut hendak mencari seseorang yang berada di kamar nomor 5.

Berdasarkan laporan awal, Didi dan rekannya diduga dalam kondisi mabuk saat mendatangi penginapan tersebut.

Keributan kemudian terjadi setelah Didi diduga memukul WW, yang merupakan penjaga penginapan, menggunakan helm. Rekan WW, yakni IF, kemudian keluar dari kamar dan turut menjadi sasaran pemukulan.

Setelah kejadian itu, Didi disebut melempari bangunan penginapan menggunakan batu sebelum melarikan diri. Ia kemudian dikejar oleh sejumlah orang hingga ke depan Stadion Lapatau.

Baca Juga:  Resmob Polres Bone Ringkus Pelaku Penipuan dan Penggelapan

“Korban ini diduga memukul penjaga penginapan berinisial WW. Kemudian, rekan WW berinisial IF keluar kamar dan juga dipukuli oleh korban. Setelah itu, korban melempari penginapan tersebut lalu melarikan diri sehingga dikejar oleh beberapa orang menggunakan parang sampai ke depan stadion,” kata Ipda Muhammad Nasrum.

Pengejaran berlanjut hingga ke depan Kantor DPRD Bone. Di lokasi tersebut, Didi dilaporkan tertabrak sepeda motor yang sedang melintas hingga terjatuh.

Saat korban terjatuh, IF diduga menghampirinya dan melayangkan dua kali pukulan menggunakan tangan terkepal.

Akibat kejadian tersebut, Didi mengalami luka terbuka pada bagian pelipis dan mulutnya berdarah. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru untuk mendapatkan penanganan medis.

“Usai kejadian, korban dilarikan ke Rumah Sakit Tenriawaru untuk mendapatkan perawatan medis. Korban mengalami luka terbuka pada pelipis dan bagian mulut berdarah. Korban saat ini masih menjalani perawatan,” tambah Ipda Nasrum.

Baca Juga:  Retribusi Lesu, Pendapatan Sejumlah Sektor di Kabupaten Bone Menurun

Setelah menerima laporan, polisi mengamankan kedua pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Selain mengamankan IF dan WW, petugas turut menyita sejumlah barang bukti berupa sebilah parang yang menurut laporan awal belum sempat digunakan, dua unit telepon genggam, serta satu unit sepeda motor Yamaha NMAX bernomor polisi DW 2419 HA.

Seluruh barang bukti tersebut dibawa ke Mapolsek Tanete Riattang untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan.

Hingga berita ini ditulis, kasus tersebut masih ditangani kepolisian. Penyidik masih mendalami kronologi kejadian serta peran masing-masing pihak yang terlibat.

Kedua pria yang diamankan masih berstatus terduga pelaku dan tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah. (*)

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Terpisah Ribuan Kilometer Tak Jadi Penghalang, Pria Bone dan Perempuan Swedia Berakhir di Pelaminan.
Kabut Asap Selimuti Pegunungan Bone, Bertahan Hampir Sepekan, Matahari Tampak Merah
Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat Anti Mager di Sorowako, Gubernur dan Wagub Sulsel Turut Hadir
Bupati Bone Dorong Perusda Ellung Mangenre Garap Potensi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan untuk Dongkrak PAD
Deretan Kasus Korupsi di Kejari Bone Jadi Tanda Tanya, Jembatan Gantung hingga Jalan Rp3,2 Miliar
Polisi Amankan Pria 24 Tahun di Bone, Diduga Curi Dua Jerigen Solar
Dari Sekolah untuk Sesama, Siswa SMAN 5 Bone Gerakkan Kepedulian bagi Warga Amanrang
Korban Kebakaran di Desa Selli Dapat Bantuan dari BAZNAS Bone

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:53 WITA

Terpisah Ribuan Kilometer Tak Jadi Penghalang, Pria Bone dan Perempuan Swedia Berakhir di Pelaminan.

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:03 WITA

Kabut Asap Selimuti Pegunungan Bone, Bertahan Hampir Sepekan, Matahari Tampak Merah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:19 WITA

Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat Anti Mager di Sorowako, Gubernur dan Wagub Sulsel Turut Hadir

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Bupati Bone Dorong Perusda Ellung Mangenre Garap Potensi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan untuk Dongkrak PAD

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:18 WITA

Deretan Kasus Korupsi di Kejari Bone Jadi Tanda Tanya, Jembatan Gantung hingga Jalan Rp3,2 Miliar

Berita Terbaru