BONEKU.COM,– Kunjungan kerja Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, ke Balikpapan tak hanya diisi agenda formal semata. Di sela kegiatan Workshop Kegiatan Usaha Hulu Migas yang digelar SKK Migas wilayah Kalimantan dan Sulawesi, terselip momen diskusi santai yang justru sarat makna strategis bagi arah pembangunan daerah.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Andi Asman Sulaiman tampak berbincang dengan Sekretaris Daerah Wajo, Armayani, serta Kepala BPN Bone, Kuncoro Bhakti Hanung Prihanto. Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga berkembang menjadi ruang bertukar gagasan terkait pengembangan sektor energi dan penguatan infrastruktur di daerah.
Workshop ini sendiri merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara pemerintah daerah dan Energy Equity Epic Sengkang (EEES), sebagaimana tertuang dalam perjanjian Nomor 008/SKKMIGAS-EEES/III/2026 tertanggal 6 Maret 2026. Dalam kerja sama tersebut, rencana pengeboran migas di Kabupaten Bone ditargetkan mulai pertengahan tahun ini, dengan nilai investasi yang diproyeksikan mencapai ratusan miliar rupiah.
Bupati Bone menegaskan, masuknya investasi tersebut bukan sekadar persoalan angka, melainkan langkah awal menuju transformasi ekonomi daerah berbasis energi.
“Pengembangan sektor migas dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Bone,” ujar Andi Asman Sulaiman.
Dalam perbincangan tersebut, Armayani juga mengisahkan latar belakangnya sebagai putri daerah Bone, tepatnya dari Kecamatan Ulaweng. Ia telah mengabdi sebagai aparatur sipil negara selama 33 tahun dan hampir lima tahun menjabat sebagai Sekda Wajo, termasuk pengalaman strategisnya saat memimpin Bappeda Wajo.
Cerita itu disambut Andi Asman dengan refleksi perjalanan kariernya yang dimulai dari golongan II ASN. Ia menapaki berbagai jenjang jabatan, mulai dari sekretaris lurah, lurah, sekretaris camat, camat, hingga kepala dinas, sebelum akhirnya mengundurkan diri dari ASN dan terpilih sebagai Bupati Bone.
Keduanya sepakat bahwa pengabdian panjang di sektor pemerintahan telah membentuk perspektif kepemimpinan yang matang dalam merancang dan menjalankan pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Andi Asman kembali menegaskan prioritas kebijakannya, yakni penguatan infrastruktur sebagai fondasi utama pembangunan. Selain pembangunan jalan dan peningkatan konektivitas wilayah, pemerintah daerah juga mendorong percepatan pengembangan Bandara Arung Palakka.
Menurutnya, pemerintah pusat telah merencanakan proses tender perencanaan pengembangan bandara tersebut pada Juni mendatang. Landasan pacu ditargetkan diperpanjang hingga 2.500 meter agar mampu melayani penerbangan jarak jauh.
Jika rencana ini terealisasi, Bandara Arung Palakka diharapkan mampu membuka akses transportasi udara langsung dari Bone ke berbagai kota besar di Indonesia, tanpa harus bergantung pada Makassar sebagai hub utama.
Kegiatan workshop di Balikpapan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bone dalam menarik investasi, mengoptimalkan potensi energi, serta memperkuat infrastruktur daerah. Dari pertemuan sederhana namun produktif tersebut, berbagai gagasan besar untuk masa depan Bone mulai dirumuskan secara lebih konkret dan terarah. (*)
Penulis : Achyl
Editor : Admin Redaksi











