BONE.BONEKU.COM,– Seorang pria berinisial DN dilaporkan mengamuk di Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 14:20 wita..
Pria tersebut diduga mengamuk setelah sebelumnya melakukan ritual di sebuah sungai bersama keluarganya. Dalam ritual tersebut, DN disebut membawa sejumlah benda pusaka berupa keris dan badik.
Informasi yang dihimpun dari warga, usai meninggalkan lokasi sungai dan dalam perjalanan pulang menggunakan mobil, DN tiba-tiba mengamuk. Ia disebut memukul sejumlah anggota keluarganya yang berada di dalam kendaraan.
Tak hanya di dalam mobil, DN kemudian keluar dari kendaraan dan diduga memukul orang-orang yang berada di sekitar lokasi.
“Salah satu keluarganya yang ada di lokasi menyampaikan, setelah dari sungai melakukan ritual, saat pulang tiba-tiba singgah dan mengamuk. Dia memukul orang-orang yang ada di sekitarnya. Kejadiannya kemarin siang di Desa Tanete Harapan,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut, Selasa, 18/8/2026.
Warga yang berada di lokasi kemudian berupaya menenangkan DN. Namun, pria tersebut masih terus memberontak hingga warga mengambil langkah untuk mengamankannya dengan mengikatnya pada sebuah kayu sambil menunggu kedatangan pihak keluarga dan kepolisian.
“Saat mengamuk, dia mengaku sebagai Arung Palakka,” tambah warga tersebut.
Kapolsek Cina, Iptu Muh. Rusdi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga terkait seorang pria yang mengamuk dan diduga mengalami gangguan kejiwaan sehingga menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Iya, kemarin ada laporan warga setempat di Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, bahwa ada orang mengamuk yang diduga mengalami gangguan jiwa sehingga menyebabkan gangguan Kamtibmas,” kata Iptu Muh. Rusdi saat dikonfirmasi wartawan.
Menurutnya, setelah kejadian tersebut, pihak keluarga DN dipanggil ke lokasi untuk membantu menenangkan yang bersangkutan.
Tidak berselang lama, DN kemudian dibawa pulang oleh keluarganya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (*)










