Kematian Pria 40 Tahun di Ponre Bone Sisakan Tanda Tanya, Keluarga Temukan Sejumlah Kejanggalan

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 21:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketgam : Situasi Rumah duka.

Ketgam : Situasi Rumah duka.

BONE.BONEKU.COM, — Seorang pria berinisial BA (40), warga Dusun Pakkita, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, ditemukan meninggal dunia di area perkebunan, Sabtu (5/9/2026).

BA ditemukan di bawah pohon maja dengan kondisi terdapat tali yang melilit bagian lehernya. Temuan tersebut kemudian menggegerkan warga dan dilaporkan kepada pihak berwenang.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, BA diketahui sempat bekerja di sebuah pabrik batu tela bersama adiknya, Sudirman. Menjelang sore, korban kemudian pamit untuk pergi melihat hewan ternaknya yang berada di kebun.

“Sekitar pukul 15.00 Wita dia pamit melihat sapinya di kebun,” ungkap salah seorang kerabat korban.

Baca Juga:  Hendak Hadiri Acara Keluarga, Pria 60 Tahun di Bone Diduga Terjatuh di Sungai

Namun, sekitar tiga jam kemudian, seorang warga bernama Arifuddin menemukan BA sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area perkebunan.

Saat ditemukan, korban berada di bawah pohon maja dengan tali pada bagian leher. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan dugaan awal bahwa korban meninggal akibat bunuh diri.

Meski demikian, pihak keluarga mengaku menemukan sejumlah kejanggalan dan meminta polisi tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian korban.

Adik kandung korban, Sudirman, mengatakan posisi tubuh BA saat ditemukan tidak menunjukkan kondisi seperti orang yang tergantung.

Menurutnya, korban ditemukan dalam posisi berada di tanah, sementara tali yang menghubungkan bagian pohon dengan leher korban hanya berjarak sekitar satu meter dari permukaan tanah.

Baca Juga:  Polres Bone Gelar Penyambutan Kapolres Baru

“Ini bukan gantung diri karena posisi korban duduk dengan leher terikat tali. Tali yang terikat dari tangkai pohon ke leher korban hanya berkisar kurang lebih satu meter dari tanah, jadi posisi almarhum tidak tergantung,” kata Sudirman, Sabtu (5/9/2026).

Keluarga juga mengaku menemukan sejumlah kondisi pada tubuh korban yang menimbulkan pertanyaan. Sudirman menyebut, saat jenazah dimandikan, darah terlihat keluar dari mulut korban.

Selain itu, keluarga mengaku melihat adanya lebam pada sejumlah bagian tubuh korban.

“Lehernya juga patah dan ada luka lebam di bagian kepala belakang dan punggungnya. Itu baru terlihat saat jenazah dimandikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Enam Daerah Siap Berlaga di Zona Timur Piala Gubernur Sulsel 2026, Bone Mulai Berbenah

Temuan tersebut membuat keluarga meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kematian BA.

Keluarga berharap polisi dapat memeriksa seluruh fakta di lokasi kejadian, termasuk kondisi tubuh korban dan posisi ditemukannya korban, sehingga penyebab kematian dapat diketahui secara terang.

Sudirman mengatakan pihak keluarga juga telah membuat laporan polisi terkait kematian saudaranya tersebut.

Laporan itu tercatat dengan nomor LP/558/IX/SPKT/Res Bone, tertanggal 5 September 2026.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kematian BA masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian. (*)

Penulis : Aby

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

SPBU Camming Bone Dikabarkan Kena Sanksi, Manager Sebut Dua Hari Tak Jual Pertalite
Dukung Pembelajaran Digital, SD Inpres 10/73 Mappesangka Terima Smart TV 75 Inci
Sentuhan Kepedulian BupAAS, Dua Anak Korban Kebakaran di Passippo Terima Sepeda Listrik
Keributan Dini Hari di THM Mitha Sari Bone, Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Cegah Peredaran Narkotika, Tim Gabungan TNI-Polri, BNN dan Satpol PP Razia Hotel hingga Tempat Karaoke di Bone
10 Remaja Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Perang Kelompok
Diduga Aniaya Perempuan 16 Tahun, Pria di Bone Diamankan Opsnal Polsek Tanete Riattang
Belum Genap 24 Jam, Polsek Tanete Riattang Amankan Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:05 WITA

Dukung Pembelajaran Digital, SD Inpres 10/73 Mappesangka Terima Smart TV 75 Inci

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:23 WITA

Sentuhan Kepedulian BupAAS, Dua Anak Korban Kebakaran di Passippo Terima Sepeda Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WITA

Keributan Dini Hari di THM Mitha Sari Bone, Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Cegah Peredaran Narkotika, Tim Gabungan TNI-Polri, BNN dan Satpol PP Razia Hotel hingga Tempat Karaoke di Bone

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:59 WITA

10 Remaja Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Perang Kelompok

Berita Terbaru