BONE. BONEKU.COM – Barisan pegunungan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tampak diselimuti kabut asap yang dilaporkan bertahan selama hampir sepekan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan dampaknya bagi kesehatan, terutama anak-anak dan warga yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Kabut asap yang menyelimuti kawasan pegunungan itu diduga berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan yang terbawa angin hingga ke wilayah Sulawesi Selatan. Namun, sumber asap tersebut masih memerlukan konfirmasi dari instansi terkait.
Pantauan Boneku.com, Selasa pagi (13/10/2026), di Jalan Poros Camming–Sinjai, tepatnya di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, memperlihatkan barisan pegunungan yang tertutup kabut. Matahari yang terlihat dari kawasan tersebut juga tampak berwarna kemerahan.
Pemandangan itu menarik perhatian warga setempat. Selain mengurangi jarak pandang ke arah pegunungan, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas udara yang dihirup masyarakat sehari-hari.
Salah seorang warga, Basri, mengaku khawatir kabut asap yang telah berlangsung selama beberapa hari itu dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami khawatir dengan dampak kabut asap ini terhadap kesehatan warga, terutama anak-anak. Jangan sampai kondisi ini memicu gangguan pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kami berharap kondisi ini segera ditangani agar kesehatan anak-anak kita tidak terganggu,” ungkapnya.
Kabut asap yang bertahan dalam waktu lama berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Karena itu, pemantauan kualitas udara diperlukan untuk mengetahui tingkat pencemaran dan potensi risikonya bagi warga.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila udara terasa berasap atau jarak pandang menurun. Penggunaan masker yang sesuai, menutup pintu dan jendela ketika asap pekat masuk ke rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya dapat menjadi langkah pencegahan.
Warga juga berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan pemantauan kualitas udara serta memastikan sumber kabut yang menyelimuti kawasan pegunungan Bone.
Hingga berita ini disusun, dugaan bahwa kabut tersebut merupakan asap kiriman dari Kalimantan belum terkonfirmasi secara resmi. Pemeriksaan kualitas udara dan informasi dari instansi berwenang diperlukan untuk memastikan penyebab fenomena tersebut serta menentukan langkah penanganan yang tepat. (*)
Penulis : Aby
Editor : Admin Redaksi










