Resmikan Budidaya Maggot, Ini Harapan Bupati Bone

- Jurnalis

Kamis, 26 Desember 2019 - 10:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONEKU.COM-Bupati Bone DR.H.A.Fahsar M. Padjalangi, M.Si. meninjau sekaligus meresmikan Lokasi Pengembangan Teknologi MAGGOT di Desa Pattiro Kecamatan Mare kamis 26 desember 2019.
Maggot merupakan belatung dari black soldier flys hermetia illucens yang termasuk keluarga lalat. Ukurannya lebih besar dari lalat pada umumnya.
Hal tersebut menjadikan budidaya Maggot agar menjadi solusi menangani limbah Organik.
Maggot nantinya menjadi pakan alternatif yang bernutrisi tinggi untuk ternak ayam, itik, sapi, ikan hingga Walet kata A.Anzhari Arifin, SH. Pengelola Maggot BSF Lapatau Sulawesi.
Lanjutnya, Program tersebut bisa menjadikan Kabupaten Bone Mengubah Sampah Dari Malapetaka Menjadi Berkah Dengan Maggot Menuju Indonesia Bersih.
“Media maggot ini bukan hanya menghasilkan pakan ternak tetapi lebih untuk pengelolaan sampah Organik yang notabene pakan Maggot” tutup A.Anzhari.
Warga Desa Pattiro Kecamatan Mare ini melakukan penelitian bekerjasama dengan Dinas Peternakan Kab.Bone. ia mendapatkan Maggot dari Alam sekitar tempat tinggalnya dan saat ini Lapatau Maggot Sulawesi mampu menghasilkan Maggot 25 kg/hari untuk ternak ayamnya.
Kepala Dinas Peternakan Kab.Bone drh.H.Aris Handono mengatakan, ini Inovasi yang Pertama di Sulawesi Selatan.
“Ini menjadi tantangan kita kedepan, salah satu kendala peternak ayam petelur adalah biaya produksi pakan sekitar Rp.700/ekor perharinya. dengan hadirnya maggot sebagai pakan alternatif akan menekan biaya Rp.300/hari ungkap drh.H.Aris Handono.
drh.H.Aris Handono menambahkan, Sisi lain maggot merupakan Komudity Export yang nilai jualnya mencapai Rp.120.000./kg di korea. “disamping mudah sederhana sekaligus bisa menjadi lapangan kerja baru” jelasnya.
Sementara itu, di tempat yang sama Bupati Bone sangat mengapresiasi ide yang dikembangkan oleh Lapatau Maggot Sulawesi.
“Ini bukan hal baru, di Daerah Jawa sudah berkembang 2 tahun belakangan, tetapi Saya senang dan menganggap ini ide baru yang tidak masuk akal tetapi bisa dibuktikan dan menghasilkan” ungkap Bupati Bone.
Peluang Usaha seperti ini sangat luar biasa, maka dari itu saya mengharapkan Program ini bisa di kolaborasikan dengan Dinas terkait seperti, Dinas Peternakan, Dinas Perdagangan dan Dinas Perindustrian.
“Pemerintah Daerah berupaya Agar program ini bisa semakin maju dan berkembang” tutup Bupati Bone.(al87)
Baca Juga:  Dinas TPHP Bone Kembangkan Mina Padi Di Dua Boccoe

Berita Terkait

Menteri Ara Beri Tambahan 25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulsel, Apresiasi Komunikasi Gubernur Andi Sudirman
Membanggakan! Dandim Bone Terima Piagam Kasad, Jurnalis TV One Juara Satu Media Elektronik
Cekcok Berujung Mengerikan, Istri di Bone Diduga Disiram Bensin Lalu Dibakar Suami
Polwan Satlantas Polres Bone Bagikan Air Mineral kepada Warga yang Antre BBM di SPBU
Kepengurusan DPP APKLI Merah Putih 2026-2031 Rampung, Sejumlah Nama Strategis Masuk Struktur
Modus Penyalahgunaan Bergeser, ‘Pa’sedot’ Jadi Tantangan Baru Pengawasan Satgas
Musda PPI Soppeng, Wabup Selle : Organisasi Ini Memiliki Sistem Kaderisasi yang Jelas
Mobil Dinas Diduga Serobot Antrean BBM, Satgas: Isi Pertamax Jadi Tidak Perlu Antre

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 19:44 WITA

Menteri Ara Beri Tambahan 25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulsel, Apresiasi Komunikasi Gubernur Andi Sudirman

Senin, 14 September 2026 - 17:41 WITA

Cekcok Berujung Mengerikan, Istri di Bone Diduga Disiram Bensin Lalu Dibakar Suami

Senin, 14 September 2026 - 14:12 WITA

Polwan Satlantas Polres Bone Bagikan Air Mineral kepada Warga yang Antre BBM di SPBU

Minggu, 13 September 2026 - 20:31 WITA

Kepengurusan DPP APKLI Merah Putih 2026-2031 Rampung, Sejumlah Nama Strategis Masuk Struktur

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WITA

Modus Penyalahgunaan Bergeser, ‘Pa’sedot’ Jadi Tantangan Baru Pengawasan Satgas

Berita Terbaru