BONE,BONEKU.COM,– Pesta demokrasi Pemilu 2024 telah selesai, hingga hari ini sejumlah KPU di berbagai daerah masih sementara melakukan perekapan perhitungan suara di tingkat KPU.

Usainya proses pemilu khusus di Kabupaten Bone, kini tahapan Pilkada sudah mulai dipersiapkan, sejumlah tokoh juga sudah mulai bermunculan untuk maju di bursa calon Bupati dan Wakil Bupati.

Dari obrolan warung kopi, sejumlah nama disebut-sebut berpotensi di Pilkada Bone, nama-nama tersebut diketahui, Andi Islamuddin yang saat ini menjabat sebagai Pj.Bupati Bone, sebelumnya Andi Islamuddin juga pernah menjabat sebagai kepala BKPSDM, Kepala Inspektorat Daerah dan Sekda sebelum menjabat Pj. Bupati.

Selain Andi Islamuddin, Kadis TPHP Andi Asman Sulaiman yang merupakan adik Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman juga banyak disebut bakal maju untuk menduduki kursi orang nomor 1 di Bone.

Berikutnya Andi Akmal Pasluddin seorang politisi Partai PKS sepertinya juga akan bertarung di Pilkada Bone setelah gagal duduk kembali di Senayan untuk yang ketiga kalinya. Andi Akmal sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat bone, selama menjadi anggota DPR RI 2 Periode, Akmal diketahui sangat merakyat dan banyak membawa bantuan masuk ke Bone.

Baca Juga:  Real Count KPU, Siapakah Partai Yang Mampu Meraih 2 Kursi di Dapil 1 Bone

Selain ketiga nama tersebut, juga banyak yang menyebut ada sosok perempuan yang juga berpotensi maju di pilkada bone, Dia adalah Andi Syamsiar Halid yang merupakan adik dari Andi Nurdin Halid yang saat ini lolos ke Senayan.

Andi Syamsiar Halid berasal dari kalangan Birokrasi, sebelumnya dia pernah menjabat kepala Dinas Pendidikan selama beberapa tahun. Andi Syamsiar disebut berpotensi maju di Pilkada Bone setelah berhasil mendudukan Saudaranya Nurdin Halid di DPR RI dan putranya Rismono Sarlim di DPRD Bone.

Selain nama-nama tokoh yang disebut berpotensi masuk di bursa calon bupati, sejumlah tokoh juga disebut berpotensi menjadi wakil bupati Bone, diantaranya, Irwandi Burhan yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Bone.

Pada Pemilu 2024 kali ini, Irwandi Burhan kembali meraih suara terbanyak diantara semua caleg, perolehan suaranya tembus di angka 9 ribu lebih, dengan angka tersebut Irwandi Burhan patut di perhitungkan.

Selain Irwandi, Andi Gunadil Ukra Kepala Dinas PMD juga disebut-sebut bakal maju menjadi wakil Bupati Bone, Sebelum menjabat sebagai DPMD Bone, beliau juga pernah menjabat Asisten II Pemkab Bone.

Baca Juga:  Batalyon C Pelopor "Isi" Hari Sumpah Pemuda Dengan Menggelar Latihan PHH

Muhammad Akbar Pamonroi juga saat ini menjadi obrolan warkop, dia juga disebut-sebut berpotensi masuk di Bursa calon wakil Bupati Bone, Muhammad Akbar diketahui bukan dari kalangan birokrasi ataupun Politisi, dia dikenal sebagai pengusaha.

Saat ini dia menduduki posisi Wakil Ketua Umum Kamar Dagang & Industri (Kadin) Provinsi Sulsel, selain itu dia saat ini juga masih menjabat sebagai Ketua Gapensi Bone hingga 2025 nanti. Sosok Muhammad Akbar juga dikenal sangat merakyat di Bone. tak hanya itu dia juga saat ini diketahui sebagai Tim Ekonomi Pemerintah Prov Sulsel .

Selain itu Yasir Mahmud juga disebut layak maju menjadi wakil bupati bone, apalagi dengan keberhasilannya meraih suara terbanyak di Partai Gerindra untuk Pileg DPRD Provinsi Dapil Sulsel VII  pada Pemilu 2024.

Menurut salah satu pengamat Politik Dr, Ali Anas, M.Si yang dimintai tanggapannya terkait beberapa tokoh yang berpotensi mengikuti bursa pilkada Bone 2024 mengatakan bahwa kemunculan berbagai figur tersebut menandakan bahwa demokrasi berjalan dan  sejalan dengan cita-cita undang-undang pemerintahan daerah yakni melahirkan kader-kader politik secara lokal terutama karena bone sebagai daerah yang cukup banyak berkontribusi dalam melahirkan pemimpin-pemimpin secara nasional.

Baca Juga:  Bupati Bone Pimpin Tim Jelajah Budaya Di Den Haag Belanda...

Hanya saja modal relasi sosial dan jaringan kekeluargaan tidak cukup untuk bertarung di pilkada, lebih dari itu para figur membutuhkan partai politik pengusung, sekalipun juga bisa melalui jalur perseorangan.

“Kontestasi pilkada tidak sama dengan pileg, sebab dalam pileg banyak petarung banyak kandidat dan merebut empati masyarakat cukup sengit tetapi jumlah suara juga terbatas,” Kata Ali Anas

Cerita lain jika pilkada membutuhkan empati masyarakat secara luas dan petarung juga terbatas sehingga modal relasi sosial tidak cukup untuk mendongkrak elektabilitas sehingga tantangannya pun sedikit lebih rumit dan membutuhkan sistem kerja mesin partai politik dan jaringan.

“Khusus untuk pilkada 2024 bone saya kira akan sulit jika head to head justru saya lebih optimis dengan perolehan kursi beberapa partai cukup bagus itu modal bagus untuk mengusung kandidat sehingga lebih banyak kandidat lebih baik, Belum lagi masyarakat sudah mulai cerdas dalam memilih,” Tutupnya. (*)