BONE,BONEKU.COM,– Ketua KPU Bone Yusran Tajuddin akhirnya bersedia menemui sejumlah wartawan yang menunggu di kantor KPU Bone untuk melakukan konfirmasi soal beredanya percakapan whatsaap yang diduga ketua KPU Bone dengan memerintahkan seorang PPK untuk menambah suara salah satu caleg pada pemilu lalu.

Saat ditemui Yusran terlihat santai menanggapi soal bukti chat tersebut yang baru saja menghebohkan publik khususnya warga bone dimana dia diduga memerintahkan PPK nya untuk markup salah satu caleg.

Baca Juga:  Wakapolda Sul-Sel, Sambangi Wanua Ewako Bone

“Apa yang mesti saya tanggapi ini, terkait persoalan yang beredar ini saya mau mengatakan jangan mendengarkan sepihak, karena bisa saja ada yang mencoba menggelindingkan bola-bola ini, apalagi kan ini moment Pilkada,” Kata Yusran sambil tersenyum saat dikonfirmasi, Selasa, 28/5/2024.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa kami di KPU secara transparansi kemarin saat rekapitulasi tidak ada yang komplain terkait adanya dugaan penggelembungan suara salah satu caleg.

Baca Juga:  KPU Akan Rekrut 1251 Badan Adhoc di Pilkada Bone 2024

“Kalau persoalan yang beredar itu saya tidak bisa bertanggungjawab soal itu, kalaupun misanya ada yang dirugikan kan ada Bawaslu, silahkan ke Bawaslu konfrontir apakah benar atau tidak soal ini, karena kalau saya jawab ya saya bilang tidak,” Tambahnya

Diberitakan sebelumnya bahwa beredar di sosmed bukti percakapan yang diduga Ketua KPU yang memerintahkan salah satu anggota PKK di Bone untuk menambah suara salah satu caleg provinsi dari partai Gerindra Andi Tenri Abeng nomor urut 3.

Baca Juga:  Beredarnya Chat Ketua KPU, Bawaslu Bone Telusuri  Indikasi Dugaan Pelanggaran Pemilu

“Jadi pending sebelum finalisasi. Ingat juga Andi Tenri Abeng 50 suara parpol nah Gerindra Propinsi,” bunyi pesan tersebut

Selain bukti chat yang beredar di Sosial Media khususnya di grub grub whatsapp, rekaman suara telepon juga beredar yang mana diduga Ketua KPU juga melakukan hal yang sama dimana mememrintahkan PPK untuk merubah hasil rekapitulasi perhitungan suara di Kecamatan. (*)