Jelang Pilkada Serentak Marak Survei Titipan… ???

- Jurnalis

Rabu, 11 September 2024 - 20:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Survei

Ilustrasi Survei

BONE,BONEKU.COM,– Seiring dengan semakin dekatnya Pilkada Serentak 2024, publik dihadapkan dengan maraknya survei politik yang beredar. Di tengah hiruk pikuk kampanye dan perebutan dukungan, penting untuk mewaspadai potensi munculnya survei titipan yang bertujuan untuk menguntungkan kandidat tertentu.

Survei titipan, yang dirancang untuk memanipulasi opini publik dan meningkatkan elektabilitas calon tertentu, seringkali mengabaikan aspek kredibilitas dan objektivitas. Metode pengumpulan data yang tidak transparan, sampel yang tidak representatif, dan manipulasi data menjadi ciri khas survei titipan.

Salah seorang pengamat politik di Kabupaten Bone Aksi Hamsah yang dimintai tanggapan terkait lembaga survei titipan yang bisa saja digunakan oleh kandidat tertentu mengatakan bahwa hal ini memang kerap dipersoalkan oleh publik.

“Di setiap event pemilu dan pilkada selalu saja ada yang mempersoalkan hasil survey, Terlepas apakah setuju atau tidak setuju dengan hasilnya. Survey adalah produksi sebuah ilmu pengetahuan yaitu ilmu statistik,” kata Aksi Hamsah yang dikonfirmasi, Rabu 11/9/2024.

Baca Juga:  Berhasil Tekan Inflasi Daerah, Presiden Jokowi Serahkan Penghargaan ke Bupati Bone

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa sebagai sebuah ilmu, survei harus memiliki kaidah-kaidah yang selayaknya diikuti. Ketika sebuah ilmu keluar dari kaidahnya maka keabsahannya bisa dipertanyakan.

Oleh karena itu, ketika ada yang tidak setuju dengan suatu hasil survey, selayaknya juga dibantah dengan ilmu bukan dengan opini setuju atau tidak setuju. Salah satu cara membantahnya adalah dengan melakukan survey tandingan dengan menggunakan kaidah yang sama. Sebab jika kaidah yang digunakan berbeda tentu tidak layak juga d sandingkan.

“Persoalan ada lembaga survey yang dibayar, sepertinya tidak perlu juga d persoalkan karena memang sebagian besar lembaga survey merangkap sebagai konsultan dan tim pemenangan dari calon. Dan secara regulasi tidak ada yang mereka langgar,” Tambahnya

Lebih jauh, Idealnya kalau ada calon yang merasa dirugikan dengan lembaga survey, sebaiknya merilis juga hasil survey tandingan nya. Bukan dengan menyatakan ketidaksetujuan dan sebagainya.

Baca Juga:  Pilkada Usai, Sipakariomi Sampaikan Rasa Terima Kasih kepada Relawan dan Pendukung

“Lembaga survey ini bagi para kontestan calon merupakan alat ukur sekaligus alat pressure bagi lawannya. Persoalan masyarakat mau percaya atau tidak dengan hasil survey semua itu adalah bagian dari dinamika sebuah demokrasi. Dan logika politik demokrasi adalah strategi memenangkan opini publik dalam meningkatkan peluang elektabilitas calon,” Kuncinya

Untuk menghindari terjebak dalam manipulasi informasi, masyarakat perlu kritis dalam menilai kredibilitas dan objektivitas survei politik. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  • Lembaga Survei : Perhatikan kredibilitas lembaga survei yang melakukan riset. Apakah lembaga tersebut memiliki reputasi baik, metodologi yang jelas, dan pengalaman dalam melakukan survei politik?
  •  Metode Pengumpulan Data: Bagaimana metode pengumpulan data yang digunakan? Apakah menggunakan metode yang teruji dan kredibel, seperti wawancara tatap muka, telepon, atau online ?
  •  Sampel: Apakah sampel yang digunakan representatif dan mencerminkan populasi pemilih? Perhatikan ukuran sampel dan metode pengambilan sampel.
  • Transparansi Data: Apakah lembaga survei transparan dalam mempublikasikan data mentah dan metodologi yang digunakan?
  • Tujuan Survei: Perhatikan tujuan dari survei yang dilakukan. Apakah bertujuan untuk memberikan informasi yang objektif, atau hanya untuk mempromosikan kandidat tertentu?
Baca Juga:  Punya Program yang Jelas, Jadi Alasan Warga Pilih Rio-Amir di Pilkada Bone

Masyarakat perlu waspada terhadap survei yang hanya menampilkan hasil yang menguntungkan kandidat tertentu tanpa memberikan penjelasan yang detail tentang metode dan data yang digunakan.

Media massa juga memiliki peran penting dalam menyajikan informasi survei politik secara objektif dan bertanggung jawab. Media harus kritis dalam memilih dan menyajikan informasi survei, serta memberikan ruang bagi berbagai perspektif dan analisis dari para ahli.

Dengan meningkatkan literasi politik dan kritis terhadap informasi yang beredar, masyarakat dapat menghindari manipulasi dan membuat keputusan yang tepat dalam memilih pemimpin yang berkualitas. (*)

Berita Terkait

Dispar Bone Ajak Majukan UMKM Lewat Peluncuran LAGO TERMANIS di Desa Lattekko
25 Tim Bertarung Sengit, AE LAMONE Keluar Sebagai Juara Mobile Legends Kapolri Cup Bone
Dari Masjid untuk Umat, Andi Akmal Pasluddin Serukan Pengurus DMI Bone Bergerak hingga Pelosok Kecamatan
Kapolres Bone Buka Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026, Ajang Seleksi Menuju Kapolda Cup dan Kapolri Cup
Bupati Bone Resmikan IPLT Passippo Senilai Rp8 Miliar
Gelar Sosialisasi, KPU Bone Benahi Data Parpol untuk Verifikasi Pemilu 2029
Lebaran Anak Yatim 1448 Hijriah, Pemkab Bone Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif
CCTV Ungkap Detik-detik Pelaku Menggasak Uang Kotak Amal Masjid Jami Al Mujahidin Pappolo

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 13:28 WITA

Dispar Bone Ajak Majukan UMKM Lewat Peluncuran LAGO TERMANIS di Desa Lattekko

Senin, 29 Juni 2026 - 02:02 WITA

Dari Masjid untuk Umat, Andi Akmal Pasluddin Serukan Pengurus DMI Bone Bergerak hingga Pelosok Kecamatan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:36 WITA

Kapolres Bone Buka Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026, Ajang Seleksi Menuju Kapolda Cup dan Kapolri Cup

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:39 WITA

Bupati Bone Resmikan IPLT Passippo Senilai Rp8 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:10 WITA

Gelar Sosialisasi, KPU Bone Benahi Data Parpol untuk Verifikasi Pemilu 2029

Berita Terbaru