Perubahan APBDes Molor, APDESI Bone Pertanyakan Lambannya Pengesahan APBD Perubahan 2025

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 14:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andi Mappakaya Amier (Ketua Apdesi Bone)

Andi Mappakaya Amier (Ketua Apdesi Bone)

BONE, BONEKU.COM – Proses perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2025 di Kabupaten Bone mengalami keterlambatan alias molor.

Kondisi ini terjadi lantaran hingga akhir Oktober, Pemerintah Kabupaten Bone bersama DPRD belum juga mengesahkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Akibatnya, seluruh pemerintah desa di Bone belum dapat melakukan pembahasan maupun penetapan perubahan APBDes, terutama yang bersumber dari dana transfer seperti Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), maupun Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD).

Baca Juga:  Sapa Warga Kanco, Andi Rio Bahas Soal Perbaikan Infrastruktur Jalan Pedesaan

Pasalnya, besaran anggaran dan regulasi teknis masih menunggu pengesahan APBD Perubahan dari pemerintah kabupaten.

Ketua Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bone, Andi Mappakaya Amier, menyampaikan kekecewaannya atas keterlambatan tersebut.

“Selama ini baru kali ini sampai akhir Oktober belum juga ada perubahan APBDes. Kami di desa sudah menyusun rencana perubahan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Tapi karena APBD Perubahan belum disahkan, kami tidak bisa membahas lebih lanjut. Ini sangat mengganggu pelaksanaan program dan kegiatan desa,” ujarnya, Kamis, (23/10/2025).

Baca Juga:  Apdesi Bone Akan Gelar Konsolidasi dan Silaturahmi, Mantapkan Sinergi Bangun Desa

Menurut Andi Mappakaya, keterlambatan ini berpotensi menghambat pelaksanaan pembangunan di tingkat desa, termasuk penyaluran bantuan sosial dan kegiatan pelayanan dasar masyarakat yang dibiayai melalui dana transfer daerah.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah kepala desa. Mereka menilai, lambannya pengesahan APBD Perubahan di tingkat kabupaten menjadi penghambat utama dalam proses pembangunan desa.

“Kami sudah ditagih masyarakat soal kelanjutan program, tapi kami tidak bisa apa-apa karena anggaran belum bisa dimasukkan. Semua masih menunggu APBD Perubahan,” ungkap A. Alim, Kepala Desa Binuang, Kecamatan Libureng.

Baca Juga:  Pemprov Canangkan 150 Ribu Sapi Kawin Suntik di Sulsel

Menanggapi hal ini, APDESI Kabupaten Bone mendesak DPRD Bone untuk segera menuntaskan pembahasan dan mengesahkan APBD Perubahan 2025, agar desa dapat segera menyesuaikan rencana anggarannya dan program pembangunan tidak semakin tertunda.

“Kami harap ini segera diselesaikan, karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat di desa,” tegas Andi Mappakaya. (*)

Berita Terkait

Bone Rayakan HUT ke-696, Gubernur Sulsel hingga Pejabat Pusat Turut Hadir
Sat Intelkam Polres Bone Gerak Cepat Amankan Situasi Usai Pembunuhan di Kajuara
Dari Saoraja ke Generasi Kini, Semangat Andi Mappanyukki Terus Hidup
GEMA Pertanian Bone Siap Deklarasi, Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Petani
ASDP Respons Aspirasi Warga Bajoe, Pengalihan Rute Ditunda hingga 10 April 2026
Ratusan Warga Bone Demo di Pelabuhan Bajoe, Tolak Pengalihan Rute Penyeberangan Siwa-Kolaka
Dari Tempat Edukasi Jadi Lokasi Miras, Warga Soroti TBK Watampone
Aksi Pencurian di Villa Permandian Pallette Berakhir di Tangan Polisi

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:39 WITA

Bone Rayakan HUT ke-696, Gubernur Sulsel hingga Pejabat Pusat Turut Hadir

Minggu, 5 April 2026 - 11:48 WITA

Sat Intelkam Polres Bone Gerak Cepat Amankan Situasi Usai Pembunuhan di Kajuara

Minggu, 5 April 2026 - 00:46 WITA

Dari Saoraja ke Generasi Kini, Semangat Andi Mappanyukki Terus Hidup

Rabu, 1 April 2026 - 00:40 WITA

GEMA Pertanian Bone Siap Deklarasi, Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Petani

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:34 WITA

ASDP Respons Aspirasi Warga Bajoe, Pengalihan Rute Ditunda hingga 10 April 2026

Berita Terbaru

Hukrim

Dipicu Dendam Lama, Petani di Bone Tewas Ditikam Tetangga

Minggu, 5 Apr 2026 - 07:20 WITA