Insiden Berdarah di Libureng Bone, Kades Ungkap Latar Belakang Kejadian

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi AI

Foto : Ilustrasi AI

BONE.BONEKU.COM,– Kepala Desa Wanuawaru, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Andi Syahrul Ramadhan, angkat bicara soal insiden berdarah yang melibatkan  2 orang warganya itu. Insiden berdarah tersebut terjadi pada kamis, 29 Januari 2026 .

Menurut Andi Syahrul, lokasi kejadian atau Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada cukup jauh di belakang rumah pelaku RA (61) dan korban Suradi (27). Persoalan itu diduga dipicu persoalan tanah. Tanah yang menjadi sumber masalah diketahui ditempati oleh pelaku bersama orang tua korban.

Baca Juga:  Rumah IRT di Bone Dibobol Maling, Uang Jutaan Rupiah dalam Celengan Raib

“Memang ada persoalan tanah. Tanah yang ditempati rumah pelaku itu bermasalah antara ibu korban dan istri pelaku,” ungkap Andi Syahrul, Jumat (30/01/2026).

Ia menjelaskan, saat kejadian korban sedang memberi minum sapi di pinggir sawah miliknya. Lokasi tersebut selama ini tidak pernah dilewati oleh pelaku. Namun secara tiba-tiba, pelaku melintas di area tersebut sehingga memicu ketegangan.

“Entah kenapa kemarin terduga pelaku ini lewat di dekat korban saat korban memberi minum sapi,” jelasnya.

Baca Juga:  Dipicu Cemburu Buta, Remaja di Bone Ditikam Pakai Badik

Situasi semakin memanas lantaran komunikasi korban dinilai kurang baik. Diduga dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, korban disebut lebih dulu memukul terduga pelaku menggunakan ember hingga keduanya terlibat adu fisik.

“Di situlah korban memukul pelaku pakai ember, lalu terjadi pergulatan, Pelaku juga memar di muka. Cuma kebetulan saat itu dia membawa parang,” kata Andi Syahrul.

Baca Juga:  Tim Penjinak Bom Polda Sulsel Musnahkan 2 Granat Nenas Yang Ditemukan Warga

Andi Syahrul menuturkan, korban diketahui masih berusia sangat muda. Ia pun menyayangkan kejadian tersebut, terutama karena orang tua tersebut  tidak mampu meredam emosi, sehingga konflik berujung pada tindak kekerasan.

“Kami sangat sesalkan, karena orang tua tersebut tidak mampu menahan emosi. Padahal mereka ini masih keluarga, sepupu,” pungkasnya.

Kasus ini kini telah ditangani oleh pihak kepolisian Polres Bone untuk proses hukum lebih lanjut.(*)

Penulis : Amal

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Diduga Dipicu Keributan di Penginapan, Pria di Bone Dikejar hingga Depan Kantor DPRD
Polisi Amankan Pria 24 Tahun di Bone, Diduga Curi Dua Jerigen Solar
Tawuran Antarpemuda di Bone Dibubarkan Polisi, 2 Pemuda dan 1 Celurit Diamankan Polisi
Remaja 19 Tahun Jadi Korban Penikaman di Jalan Poros Welalangnge Bone, Polisi Buru Pelaku
Sempat Diamuk Warga, Terduga Pelaku Pencurian di Pasar Sentral Palakka Dibekuk Opsnal Polsek Tanete Riattang
Kasus Penganiayaan di Bone, Pria 50 Tahun Diamankan Tim Opsnal Polsek Tanete Riattang
Pinjam Mobil Selama Tiga Hari, Pria di Bone Diduga Tak Kembalikan Terios Milik Majikannya
Dua Mesin Dinamo Air Warga Dicuri, Pemulung 25 Tahun Dibekuk Polisi

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:17 WITA

Diduga Dipicu Keributan di Penginapan, Pria di Bone Dikejar hingga Depan Kantor DPRD

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:09 WITA

Polisi Amankan Pria 24 Tahun di Bone, Diduga Curi Dua Jerigen Solar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:20 WITA

Tawuran Antarpemuda di Bone Dibubarkan Polisi, 2 Pemuda dan 1 Celurit Diamankan Polisi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:55 WITA

Remaja 19 Tahun Jadi Korban Penikaman di Jalan Poros Welalangnge Bone, Polisi Buru Pelaku

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:01 WITA

Sempat Diamuk Warga, Terduga Pelaku Pencurian di Pasar Sentral Palakka Dibekuk Opsnal Polsek Tanete Riattang

Berita Terbaru