BONE.BONEKU.COM – Warga Desa Masenrengpulu, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berhasil menangkap seekor buaya muara sepanjang sekitar tiga meter yang selama ini meresahkan masyarakat. Meski telah diamankan, warga menduga masih ada seekor buaya lain yang berukuran lebih besar dan masih berkeliaran di sungai.
Penangkapan buaya tersebut dilakukan secara gotong royong oleh warga setelah satwa liar itu berulang kali muncul di sungai yang berada dekat dengan kawasan permukiman.
Menurut warga, buaya berjenis kelamin betina itu kerap menampakkan diri saat pagi dan sore hari. Kemunculannya yang semakin sering membuat masyarakat, terutama anak-anak dan warga yang beraktivitas di sekitar sungai, merasa khawatir akan potensi serangan.
Karena dinilai membahayakan keselamatan warga, masyarakat akhirnya berinisiatif menangkap buaya tersebut. Setelah melalui proses yang cukup menegangkan, buaya berhasil dilumpuhkan dalam keadaan hidup.
Untuk mencegah buaya memberontak dan membahayakan warga, kaki serta rahangnya diikat sebelum dipindahkan ke sebuah kolam milik warga sebagai tempat penampungan sementara.

Rudi, salah seorang warga, mengatakan buaya yang berhasil ditangkap diduga bukan satu-satunya penghuni sungai tersebut. Warga meyakini masih ada seekor buaya lain yang diduga berjenis kelamin jantan dengan ukuran yang jauh lebih besar.
“Kami menduga buaya ini memiliki pasangan. Yang satunya lagi lebih besar dan sampai sekarang masih sering terlihat di sungai,” ujar Rudi.
Keberadaan buaya di kolam milik warga pun menarik perhatian masyarakat. Puluhan warga berdatangan untuk melihat langsung satwa predator tersebut dari jarak aman.
Sementara itu, warga berharap instansi terkait segera mengevakuasi buaya tersebut ke lokasi penangkaran atau habitat yang lebih aman. Mereka juga meminta dilakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk memastikan keberadaan buaya lain yang diduga masih berkeliaran.
Warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar sungai, terutama pada pagi dan sore hari, hingga ada kepastian kondisi kawasan tersebut aman dari ancaman buaya. (*)
Penulis : Heri
Editor : Admin Redaksi










