BONE.BONEKU.COM, — Pertandingan sengit tersaji pada hari kedua Turnamen Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 zona timur Kabupaten Bone. Laga yang mempertemukan tuan rumah Bone Beramal FC dengan Wajo Maradeka berlangsung dengan tensi tinggi di Lapangan Sepakbola Sintetis Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Selasa (1/9/2026) sore.
Kedua kesebelasan tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Jual beli serangan langsung terjadi dan membuat pertandingan berjalan dalam tempo tinggi.
Wajo Maradeka lebih dahulu membuka keunggulan pada menit ketiga babak pertama. Wasit menunjuk titik putih setelah salah seorang pemain Wajo dilanggar di dalam kotak penalti.
Pemain bernomor punggung 4, Ali, yang dipercaya sebagai algojo penalti, menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sepakan kerasnya gagal diantisipasi penjaga gawang Bone Beramal FC. Wajo pun unggul 1-0.
Tertinggal cepat, Bone Beramal FC langsung merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-14.
Aldi Fajar (23) melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke arah gawang Wajo. Bola tak mampu dibendung penjaga gawang sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Dua menit berselang, tepatnya menit ke-16, Bone Beramal FC berbalik unggul. Ahmad Zaenal Basri (9) sukses memanfaatkan peluang melalui sepakan yang menggetarkan gawang Wajo.
Skor 2-1 untuk keunggulan tuan rumah membuat pertandingan semakin menarik. Kedua tim terus melancarkan serangan hingga menjelang akhir babak pertama.
Wajo Maradeka akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-22 melalui Muzawir (88). Gol tersebut membuat skor kembali imbang 2-2 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin panas. Kedua tim tetap mempertahankan permainan dengan tempo tinggi dan sejumlah duel keras terjadi di lapangan.
Situasi pertandingan sempat memanas akibat sejumlah keputusan wasit yang dipersoalkan kubu Bone Beramal FC.
Pemain dan official Bone terlihat melakukan protes terhadap beberapa keputusan, terutama terkait pelanggaran yang dinilai tidak diberikan ketika pemain Wajo melakukan pelanggaran keras.
Protes tersebut bahkan sempat membuat pertandingan terhenti selama beberapa menit. Official tim Bone Beramal FC juga menyampaikan keberatan terhadap kepemimpinan wasit.
Setelah situasi mereda, pertandingan kembali dilanjutkan. Namun tensi tinggi tidak berubah. Kedua tim sama-sama menyadari pentingnya kemenangan demi menjaga peluang melaju ke babak berikutnya.
Memasuki menit-menit akhir, Wajo Maradeka mulai membangun serangan melalui sektor sayap. Meski Bone Beramal FC terus berupaya menekan dan mengurung pertahanan lawan, serangan balik cepat Wajo justru menjadi ancaman.
Pada menit ke-45 babak kedua, serangan dari sisi kiri berhasil menembus pertahanan Bone Beramal FC. Ridwan (26) kemudian melepaskan sepakan keras yang bersarang di gawang tuan rumah.
Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 3-2 untuk Wajo Maradeka sekaligus membuat semangat pemain Bone Beramal FC sedikit terpukul.
Wasit memberikan tambahan waktu enam menit. Bone Beramal FC berusaha keras mengejar gol penyama kedudukan dengan melancarkan serangan dari berbagai sektor.
Namun hingga tambahan waktu berakhir, usaha tuan rumah tidak membuahkan hasil. Peluit panjang akhirnya dibunyikan sebagai tanda pertandingan berakhir.
Wajo Maradeka pun keluar sebagai pemenang setelah menundukkan tuan rumah Bone Beramal FC dengan skor 3-2 dalam laga yang berlangsung sengit dan penuh drama tersebut.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Wajo Maradeka dalam persaingan menuju babak selanjutnya Turnamen Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 zona timur Kabupaten Bone.
Laga seru tengsi tinggi antara tuan rumah Bone Beramal FC versus Wajo Maradeka disaksikan langsung oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman bersama manager tim Bone Beramal FC.(*)
Penulis : Aby
Editor : Admin Redaksi










