WAJO, BONEKU.COM — Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan terus dilakukan Perum Bulog Cabang Sengkang di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Salah satunya melalui penguatan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang kini telah mencapai 58 outlet aktif.
Puluhan outlet tersebut tersebar di lima dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo dan menjadi salah satu kanal Bulog dalam mendekatkan akses pangan kepada masyarakat sekaligus membantu menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.
Pimpinan Cabang Bulog Sengkang Kabupaten Wajo, Farid Nur, mengatakan saat ini sebanyak 58 outlet RPK telah aktif beroperasi dan tersebar di sejumlah wilayah.
Hal tersebut disampaikan Farid kepada awak media, Minggu (13/9/2026).
“Saat ini sudah terdapat 58 outlet RPK yang aktif beroperasi untuk melayani kebutuhan pangan warga sekitar dan menjaga stabilitas harga,” ujar Farid.
Adapun sebaran RPK tersebut yakni 45 outlet di Kecamatan Tempe, satu outlet di Belawa, enam outlet di Keera, dua outlet di Majauleng, dan empat outlet di Tanasitolo.
Terkait pasokan pangan, Farid menjelaskan setiap outlet RPK saat ini mendapatkan jatah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 ton per minggu.
Namun, jumlah tersebut dapat ditingkatkan apabila pasokan karung SPHP dari Surabaya telah tersedia.
“Kalau sudah ada dropping karung SPHP dari Surabaya, kami akan memberikan masing-masing RPK beras SPHP sebanyak 2 ton setiap minggunya, begitu pula dengan minyak goreng,” jelasnya.
Meski demikian, Bulog Sengkang saat ini memprioritaskan pelayanan terhadap RPK yang beroperasi di dalam pasar dan masuk dalam pencatatan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Menurut Farid, keberadaan RPK bukan hanya sebagai tempat penyaluran komoditas pangan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.
Keberadaan RPK diharapkan mampu mendekatkan masyarakat dengan akses pangan yang sehat, berkualitas dan terjangkau, terutama untuk komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan tepung terigu.
Selain menjaga stabilitas harga agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, jaringan RPK juga memiliki fungsi strategis dalam membantu mengendalikan inflasi daerah.
Terutama ketika terjadi lonjakan harga pangan, RPK dapat menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga pasokan sekaligus menekan gejolak harga di tingkat masyarakat.
Di sisi lain, keberadaan RPK juga memberikan peluang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang menjadi mitra atau sahabat RPK melalui aktivitas penjualan dan distribusi pangan.
Dengan jaringan yang terus berkembang, Bulog berharap RPK dapat semakin dekat dengan masyarakat dan berperan dalam memastikan kebutuhan pangan tersedia dengan harga yang wajar.
“Tujuan utama kehadiran RPK adalah mendekatkan pelayanan dan menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen,” tutup Farid. (*)
Penulis : Rangga
Editor : Admin Redaksi









