Reses DPRD Wajo, Warga Tanatempare’e Keluhkan Listrik Sering Down dan Rusak Peralatan Elektronik

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAJO.BONEKU.COM, – Persoalan rendahnya tegangan listrik hingga kondisi infrastruktur jalan menjadi aspirasi utama masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Daerah Pemilihan II, Amran, S.Sos., M.Si., di Dusun Tanatempare’e, Desa Palippu, Kecamatan Tanasitolo, Rabu (15/7/2026).

Reses tersebut dihadiri Camat Tanasitolo, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Wajo, Sekretaris Desa Palippu, serta diikuti masyarakat dari Desa Palippu, Desa Mario, Desa Wajoriaja, dan Desa Pakkana.

Dalam dialog bersama warga, keluhan yang paling banyak disampaikan adalah kondisi tegangan listrik yang rendah (low voltage) dan telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang memadai.

Masyarakat mengaku mengalami kerugian akibat tegangan listrik yang tidak stabil. Sejumlah peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, mesin pompa air, hingga peralatan rumah tangga lainnya dilaporkan mengalami kerusakan. Pada malam hari, warga juga kesulitan menggunakan listrik secara normal karena daya yang tersedia tidak mencukupi.

Tak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga, rendahnya tegangan listrik juga mengganggu pelayanan air bersih. Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang bergantung pada pasokan listrik kerap tidak dapat beroperasi secara maksimal sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat ikut terganggu.

Baca Juga:  Ketua DPRD Wajo Serap Aspirasi Warga Atakkae dalam Reses Masa Persidangan II

Salah seorang warga, Kikong, mengaku kondisi tersebut sudah terlalu lama dirasakan masyarakat.

“Kami sudah terlalu lama merasakan penderitaan akibat listrik yang sering down. Banyak televisi, kulkas, mesin air, bahkan peralatan elektronik lainnya rusak karena tegangan yang tidak stabil. Malam hari kami tidak bisa menggunakan listrik sebagaimana mestinya, sementara tagihan listrik tetap kami bayar penuh. Kami berharap DPRD benar-benar memperjuangkan persoalan ini sampai ada solusi nyata dari PLN,” ujarnya.

Menurut warga, penyebab rendahnya tegangan listrik diduga karena jaringan menuju Dusun Tanatempare’e masih menggunakan kabel lama yang terhubung dari trafo di sekitar Kantor Desa Palippu dengan jarak sekitar tiga kilometer. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan tegangan listrik yang diterima masyarakat tidak optimal.

Atas kondisi itu, masyarakat meminta DPRD Kabupaten Wajo segera memfasilitasi pertemuan dengan PLN ULP Sengkang dan meneruskan persoalan tersebut kepada PLN UP3 Watampone agar dilakukan peningkatan jaringan maupun penambahan infrastruktur kelistrikan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Amran mengungkapkan bahwa persoalan listrik di Tanatempare’e sebenarnya telah beberapa kali diperjuangkan.

“Persoalan listrik di Tanatempare’e bukan baru kali ini saya dengar. Sebelumnya saya telah meminta pihak PLN ULP Sengkang turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi. Saya juga telah mendatangi kantor PLN Sengkang untuk meminta agar persoalan ini segera ditindaklanjuti. Namun sampai hari ini belum ada realisasi karena menurut penjelasan PLN, pelaksanaannya masih menunggu persetujuan dari PLN UP3 Watampone. Tentu kondisi ini sangat memprihatinkan karena masyarakat sudah terlalu lama menunggu,” kata Amran.

Baca Juga:  Ponpes Daarul Mu’minin Assadiyah Doping Buka Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027

Politisi Fraksi PPP-Gelora itu menegaskan bahwa pelayanan listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian serius.

Karena itu, ia memastikan akan membawa persoalan tersebut ke forum resmi DPRD Kabupaten Wajo melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan seluruh pihak terkait.

“Saya akan menindaklanjuti persoalan ini melalui mekanisme RDP di DPRD Kabupaten Wajo. Kita akan memanggil pihak PLN, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta menghadirkan perwakilan masyarakat agar persoalan ini dibahas secara terbuka dan ditemukan solusi yang konkret. Saya ingin ada kepastian waktu dan komitmen penyelesaian dari PLN sehingga masyarakat tidak terus menjadi korban pelayanan yang belum optimal,” tegasnya.

Amran menambahkan, dirinya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga masyarakat memperoleh pelayanan listrik yang layak.

Baca Juga:  Ingin Dekat dengan Masyarakat, Plt Kasatpol PP Wajo Bertekad Kembalikan Marwah Institusi

“Saya tidak ingin persoalan ini berhenti hanya pada rapat atau janji. Saya akan terus mengawal sampai masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan listrik yang layak. Masyarakat telah memenuhi kewajibannya sebagai pelanggan dengan membayar tagihan listrik setiap bulan. Karena itu, mereka juga berhak memperoleh pelayanan yang berkualitas, aman, dan andal. Saya berharap PLN, khususnya UP3 Watampone, memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Tanatempare’e agar masyarakat dapat menikmati manfaat listrik secara maksimal sebagaimana daerah-daerah lainnya,” tutupnya.

Selain persoalan listrik, masyarakat juga mengusulkan agar ruas jalan Tancung–Palippu menjadi prioritas pembangunan. Warga menyebut jalan tersebut hingga kini belum pernah mendapatkan pengaspalan, padahal merupakan akses utama yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat.

Aspirasi lainnya adalah peningkatan pelayanan air bersih melalui pengembangan jaringan distribusi dan penambahan kapasitas sistem penyediaan air bersih agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Amran memastikan seluruh aspirasi yang diterima dalam kegiatan reses akan diperjuangkan di DPRD Kabupaten Wajo melalui pembahasan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, sehingga dapat diwujudkan menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

Penulis : Rangga

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Warga Wajo Keluhkan LPG 3 Kg Sulit Didapat, Polres Siap Turun Selidiki
Gas Melon Langka, Warga Wajo Mengaku Terpaksa Beli hingga Rp30 Ribu per Tabung
PSI Wajo Buka Rekrutmen Terbuka Anggota DPRt, Ajak Masyarakat Bergabung
Kabar Baik! RSUD Lamaddukelleng Hadirkan Layanan Spesialis Jantung dan Paru untuk Masyarakat Wajo
Mahasiswa FK Unhas Apresiasi Dukungan Pemkab Wajo atas Suksesnya Bakti Sosial Kesehatan
Warga Apresiasi DLH Wajo, Penambahan Armada Percepat Layanan Angkut Sampah di Kecamatan Tempe
Inovasi Ramah Lingkungan, Limbah Ubi Kayu Disulap Jadi Cairan Anti Rayap di Wajo
Warga Daraga Minta Kepastian Hukum, DPRD Wajo Diminta Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:13 WITA

Reses DPRD Wajo, Warga Tanatempare’e Keluhkan Listrik Sering Down dan Rusak Peralatan Elektronik

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:08 WITA

Warga Wajo Keluhkan LPG 3 Kg Sulit Didapat, Polres Siap Turun Selidiki

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:03 WITA

Gas Melon Langka, Warga Wajo Mengaku Terpaksa Beli hingga Rp30 Ribu per Tabung

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:19 WITA

Kabar Baik! RSUD Lamaddukelleng Hadirkan Layanan Spesialis Jantung dan Paru untuk Masyarakat Wajo

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:25 WITA

Mahasiswa FK Unhas Apresiasi Dukungan Pemkab Wajo atas Suksesnya Bakti Sosial Kesehatan

Berita Terbaru