WAJO.BONEKU.COM, – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon mulai dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Dalam beberapa bulan terakhir, warga mengaku semakin sulit mendapatkan LPG bersubsidi, sementara harganya di tingkat pengecer terus mengalami kenaikan.
Sejumlah warga menyebut harga gas melon kini mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000 per tabung, padahal sebelumnya masih berkisar Rp20.000 hingga Rp21.000 per tabung.
“Tabung gas melon sekarang sangat sulit kami dapatkan. Kalaupun ada, harganya sudah terlalu tinggi,” ujar Andi Alamsyah, warga Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Kamis (16/7/2026). Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya.
Menurut warga, kondisi tersebut sangat memberatkan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang mengandalkan LPG subsidi untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Wajo, khususnya melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindagkop), bersama aparat penegak hukum dari Polres Wajo segera turun tangan untuk menelusuri penyebab kelangkaan tersebut.
Warga juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap distribusi LPG subsidi agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran.
Di tengah kelangkaan tersebut, beredar informasi di masyarakat mengenai dugaan adanya penyelundupan tabung gas melon ke luar daerah, termasuk ke Morowali, Sulawesi Tengah, karena harga jual di daerah tersebut disebut jauh lebih tinggi. Namun, hingga saat ini informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Menanggapi keluhan masyarakat, Kasat Reskrim Polres Wajo, Iptu Fahrul, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Terkait adanya keluhan masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan tabung gas melon serta tingginya harga di pasaran, kami akan melakukan langkah-langkah penyelidikan dan turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi di distributor maupun agen LPG yang ada di wilayah Kabupaten Wajo,” kata Iptu Fahrul kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Diskoperindagkop Kabupaten Wajo belum memberikan tanggapan. Upaya wartawan untuk meminta konfirmasi kepada instansi tersebut masih belum membuahkan hasil.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Pertamina dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pasokan LPG subsidi kembali normal, harga sesuai ketentuan, serta menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam proses distribusi. (*)
Penulis : Rangga
Editor : Admin Redaksi










