BONE.BONEKU.COM – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bone terus melakukan pemantauan harga bahan pokok untuk menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi di daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar operasi pasar dan pemantauan harga di Pasar Tradisional Palakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bone, Andi Amran, bersama sejumlah instansi yang tergabung dalam TPID Kabupaten Bone.
Dalam pemantauan tersebut, TPID menyisir lapak para pedagang untuk melihat secara langsung perkembangan harga berbagai kebutuhan pokok yang menjadi konsumsi masyarakat.
Hasil pemantauan menunjukkan, sebagian besar harga bahan pokok masih berada pada kondisi relatif stabil. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga dibandingkan pekan sebelumnya, meski terdapat pula sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah ikan segar.
Para pedagang mengaku harga ikan di Pasar Palakka saat ini masih tergolong tinggi akibat berkurangnya pasokan dari nelayan.
Menurut mereka, minimnya hasil tangkapan disebabkan banyak nelayan memilih tidak melaut karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan gelombang laut yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Kami sulit mendapatkan pasokan ikan. Banyak nelayan tidak melaut karena cuaca ekstrem, sehingga stok berkurang dan harga ikut naik,” ujar salah seorang pedagang ikan di Pasar Palakka.
Meski demikian, TPID Kabupaten Bone memastikan akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama komoditas yang berpotensi memicu inflasi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bone, Andi Amran, mengatakan operasi pasar dan pemantauan harga merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terkendali.
Melalui kegiatan ini, TPID berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu, sekaligus mengantisipasi terjadinya lonjakan harga akibat terganggunya pasokan di pasaran. (*)










