Kemarau Picu Lahan Rentan Terbakar, DLHK Sulsel Minta Warga Tak Bakar Kebun

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR.BONEKU.COM, — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau yang membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel, Kasman, mengatakan penanganan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta masyarakat.

“Kalau terjadi kebakaran, teman-teman di lapangan langsung turun memadamkan bekerja sama dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, termasuk Manggala Agni,” kata Kasman, Kamis, 20 Agustus 2026.

Sejumlah titik kebakaran yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah dipadamkan. Seperti di wilayah Luwu raya, Ajatappareng, Enrekang, Toraja dan Gowa. Di Kabupaten Enrekang, kebakaran di kawasan Gunung Nona dilaporkan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Kebakaran juga sempat terjadi di Kota Parepare dan telah mendapat penanganan.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Lantik Wali Kota-Wakil Wali Kota Palopo

Menurut Kasman, petugas masih melakukan pemantauan, evaluasi, dan pendataan untuk memastikan luasan lahan yang terdampak. Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan.

“Titik-titik tersebut sudah padam. Teman-teman sementara melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk pendataan luasan terbakar serta edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam penanganan di lapangan, petugas juga mendapat dukungan kelompok tani dan masyarakat. Kolaborasi diperlukan terutama ketika titik api berada di lokasi yang jauh dan sulit dijangkau.

Untuk kawasan dengan akses terbatas, petugas dapat menggunakan alat pemadam yang dibawa di punggung atau backpack fire pump untuk menjangkau dan memadamkan titik api secara manual.

Kasman mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan, termasuk di kebun atau lahan milik warga.

Menurut dia, serasah atau bagian tumbuhan yang telah mati dan jatuh ke tanah, serta semak yang mengering, dapat menjadi bahan bakar yang mudah terbakar. Api juga berpotensi merembet ke lahan warga, kawasan hutan, hingga mengancam permukiman di sekitarnya.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Ceramah, Ini Pesan Hijrah Hati dari Tabligh Akbar TP PKK Sulsel, Sambut Ramadan

“Kami mengimbau agar berhati-hati melakukan aktivitas dan tidak melakukan pembakaran di lahan-lahan miliknya,” ujarnya.

Kasman mengatakan penyebab kebakaran di sejumlah lokasi masih didalami. Petugas masih menelusuri kemungkinan faktor alam maupun unsur kesengajaan.

Ia juga mengingatkan bahwa kebakaran lahan dapat menimbulkan dampak lebih luas terhadap lingkungan, termasuk flora, fauna, dan ekosistem yang menjadi habitat berbagai jenis satwa.

DLHK Sulsel bersama KPH dan pemerintah daerah terus melakukan patroli serta sosialisasi kepada masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.

Kasman mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan di berbagai wilayah Sulsel karena kondisi kekeringan membuat serasah dan semak lebih rentan terbakar. Namun, ia menilai tingkat kerawanan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jenis lahannya karena sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan aktivitas di lapangan.

Baca Juga:  Pendapatan Pajak Sulsel Meningkat, Gubernur Andi Sudirman Beri Apresiasi Wajib Pajak di Gebyar Pendapatan 2026

“Kalau masalah rawan, sebenarnya tergantung kondisi wilayah dan cuacanya. Saat ini hampir semua wilayah di Sulsel mengalami kekeringan, sehingga serasah dan semak yang kering sangat rentan terbakar,” ujarnya.

Posko kesiapsiagaan karhutla juga tersedia di setiap kabupaten. Kesiapsiagaan diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan kepolisian. Patroli dan imbauan kepada masyarakat dilakukan untuk mencegah api muncul maupun meluas.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Pemerintah Provinsi Sulsel menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan karhutla. Warga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin. (*)

Berita Terkait

Terima Kunjungan Reses Komisi VII DPR RI, Gubernur Sulsel Perjuangkan Penguatan UMKM
Ashabul Kahfi Apresiasi Kualitas Jalan Beton Berstandar Tinggi Pemprov Sulsel: Ini Sejarah
Zulhas Puji Kinerja Gubernur Andi Sudirman, Kader PAN Diminta Sukseskan Pembangunan Sulsel
Atlet Sulsel Sumbang Medali untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 202
Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda
5.000 Boks Susu Didistribusikan ke 24 Daerah, Gubernur Sulsel Tekankan Penguatan SDM
Andi Winarno Tegaskan Kesinambungan Pemerintahan Sulsel sebagai Pj Sekda
Andi Winarno Eka Putra Resmi Jabat Pj Sekda Sulsel, Gubernur Minta Program Prioritas Dikawal

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:22 WITA

Terima Kunjungan Reses Komisi VII DPR RI, Gubernur Sulsel Perjuangkan Penguatan UMKM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Ashabul Kahfi Apresiasi Kualitas Jalan Beton Berstandar Tinggi Pemprov Sulsel: Ini Sejarah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:14 WITA

Zulhas Puji Kinerja Gubernur Andi Sudirman, Kader PAN Diminta Sukseskan Pembangunan Sulsel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:11 WITA

Atlet Sulsel Sumbang Medali untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 202

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:15 WITA

Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda

Berita Terbaru